Share

KALEIDOSKOP 2021: Potensi Gempa Besar M8,9 Sebabkan Tsunami Setinggi 29 Meter

Qur'anul Hidayat, Okezone · Kamis 30 Desember 2021 21:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 337 2525236 kaleidoskop-2021-potensi-gempa-besar-m8-9-sebabkan-tsunami-setinggi-29-meter-F27rS8M2bz.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Ribuan bencana alam terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Pada tahun 2021, terjadi 3.058 bencana alam dengan yang paling dominan banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga gelombang pasang.

Sementara itu dari hasil monitoring BMKG, terjadi 10.570 gempa bumi tektonik dengan berbagai variasi magnitudo sepanjang 2021.

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan aktivitas gempa selama tahun 2020 sebanyak 8.264 kali. Sementara gempa dengan magnitudo di atas 5,0 (M>5,0) terjadi sebanyak 244 kali dan sama persis dengan kejadian gempa tahun 2020.

Sementara itu, gempa dengan guncangan atau getaran yang dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 764 kali selama 2021. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak 754 kali.

Sementara itu, BMKG aktif mengeluarkan kajian untuk memprediksi potensi bencana alam sebagai peringatan dini dan mitigasi. Tercatat, BMKG mengeluarkan sejumlah prediksi yang patut kembali menjadi catatan agar masyarakat lebih waspada.

Baca juga: 3.058 Bencana Sepanjang 2021, Kepala BNPB: Perlu Mitigasi Risiko Lebih Dini

Salah satunya, BMKG memprediksi potensi gempa dengan kekuatan 8,9 Magnitudo dan Tsunami dengan tinggi 29 meter di Jawa Timur. Prediksi ini muncul setelah BMKG melakukan pemodelan matematika, untuk mengukur potensi besaran gempa dan ketinggian tsunami di wilayah tersebut.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati dalam webminar bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur” pada akhir Mei 2021.

Dwikorita menjelaskan, berdasarkan sejarah dan data-data yang terekam sampai hari ini, telah disusun simulasi dan pemodelan secara matematis potensi tsunami di Jawa Timur.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dari hasil pemodelan itu ditemukan fakta mengenai tsunami di wilayah Jawa Timur. Potensi tinggi maksimum tsunami pada seluruh pesisir, ada di Kabupaten Trenggalek dengan kisaran 26-29 meter.

Sedangkan, untuk waktu tercepat, tercatat diangka 20-24 menit pada Kabupaten Blitar.

Dwikorita juga menjelaskan mengenai peta distribusi gempa di Jawa Timur dalam periode 2008 hingga 2020. Tercatat ada ratusan titik gempa selama periode tersebut, yang ditandai dengan titik berwarna merah dan kuning.

Pada peta tersebut juga terlihat masih ada ruang kosong, yang merupakan zona bebas gempa sejak 2008. Menurut Dwikorita, ruang itu dinakaman zona seismik gap, yang patut diwaspadai keberadaannya. 

“Karena zona itu belum melepaskan energi sebagai gempa, energi masih tersimpan di sana. Artinya baru siap-siap akan melepaskan energi,” tuturnya.

Energi besar yang telah lama terpendam dan sewaktu-waktu bisa keluar secara bersamaan menjadi kekhawatiran besar BMKG. Takut jika guncangan besar itu bisa memicu munculnya Tsunami di daerah Jawa Timur.

Berangkat dari kekhawatiran itu, BMKG memutuskan untuk membuat skenario yang ditujukan sebagai prediksi kemungkinan terjadinya tsunami. Mengukur berapa ketinggian gelombang, kapan waktu datangnya hingga berapa jarak masuknya.

"Sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami juga," terang Dwikorita.

Gempa dan Tsunami di Jawa Timur Hingga saat ini BMKG telah mencatat beberapa gempa dan tsunami yang pernah melanda wilayah Jawa Timur. Pada periode 1836-1972, BMKG mencatatkan 9 kejadian gempa besar yang skala intesitasnya mencapai VII MMI - IX MMI.

Sedangkan untuk tsunami BMKG mencatat, Jawa Timur telah 6 kali mengalami bencana tersebut pada periode 1930 hingga 1994. Mulai dari daerah Pacitan, Madura hingga pantai Parangtritis di Jogjakarta.

BMKG berharap dengan dibuat prediksi pemodelan potensi bencana gempa dan tsunami, pemerintah bisa bergerak cepat melakukan persiapan. Mulai dari persiapan jalur evakuasi, penampungan sementara hingga melakukan penghijauan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini