Share

Gus Yahya: Tak Dibenarkan PKB Politisasi NU, Kita Buka Peluang untuk Semua Orang

Widya Michella, MNC Media · Kamis 30 Desember 2021 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 337 2525047 gus-yahya-tak-dibenarkan-pkb-politisasi-nu-kita-buka-peluang-untuk-semua-orang-8WZ0w10f0r.jpg Ketua Umum PBNU Gus Yahya (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan parpol lainnya tak dibenarkan mempolitisasi NU untuk kepentingan kelompoknya.

Meski demikian, Gus Yahya menyebut bahwa NU seyogyanya akan membuka peluang terhadap partai politik lainnya.

"Maka tidak bisa juga dibenarkan PKB kalau ada yang berpikir bahwa satu pihak mempolitisasi NU. Tentu saja kita harus membuka peluang untuk semua orang," kata Yahya saat ditemui MNC Portal di kantor PBNU, Jakarta,Kamis,(30/12/2021)

Ia menilai, saat ini hubungan antara NU dengan PKB akan dibiarkan secara alami karena tidak semua warga NU akan memilih partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tersebut.

"Hubungannya kita biarkan alami semua orang tahu PKB didirikan oleh pengurus NU, bahkan saya pribadi termasuk salah seorang pendiri PKB. Tapi hubungan antara NU dan PKB kita biarkan alami saja," ujar dia.

Baca juga: Hubungan NU dan PKB, Gus Yahya Ingin Semua Berjalan Alami

"Kita juga tahu bahwa kenyataannya warga NU sendiri tidak seluruhnya memilih PKB, ada juga pilih partai lain tapi tidak masalah," ucap dia.

Baca juga: Gus Yahya: Berhenti Gunakan Isu Palestina-Israel untuk Kepentingan Politik Pribadi

Gus Yahya mengungkapkan bahwa dalam era kepemimpinannya, PBNU akan mensterilkan dari semua yang berbau politik dengan cara berbagi ruang antar kelompok lainnya.

"Ada pilihan lain, yaitu kita berbagi ruang dengan semua, kalau memang ada orang-orang yang dia juga punya aktivitas politik di luar kita persilahkan bergabung kalau memang layak, dari berbagai kelompok. Ada yang dari Golkar, PDIP, dan selama ini kan sudah terjadi,"ucapnya.

"Dari PKB ada, dari PPP ada. Nah kalau semuanya ada kan bisa saling kontrol, sehingga tidak ada satu pihak pun yang memonopoli. Sehingga semua orang bersama sama menjaga supaya NU punya cara yang sama," tuturnya.

Baca juga: Gus Yahya: Kiai Said Itu Guru Saya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini