Share

Evakuasi Kapal Pengungsi Etnis Rohingya di Perairan Aceh, TNI AL: Tiba di Pelabuhan Kruengkeukuh Sore Ini

Tim Okezone, Okezone · Kamis 30 Desember 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 337 2524978 evakuasi-kapal-pengungsi-etnis-rohingya-di-perairan-aceh-tni-al-tiba-di-pelabuhan-kruengkeukuh-sore-ini-cFBOFqfNCi.jpg foto: istimewa

JAKARTA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui KRI Parang-647 menarik kapal pengangkut pengungsi Etnis Rohingya yang membawa lebih dari 100 orang dari titik ditemukan di 53 NM Bireuen, perairan Aceh menuju Pelabuhan Kruengkeukuh Kota Lhokseumawe, Kamis (30/12/2021).

Lokasi Pelabuhan ini dipilih mengingat perlunya sarana labuh, hingga sterilisasi lokasi untuk pemeriksaan kesehatan dan penegakan prokes agar tidak terjadi keramaian yang dapat menganggu proses pemeriksaan kesehatan para pengungsi.

Kemudian Pelabuhan Kruengkeukuh dipilih lantaran lokasinya yang lebih dekat dengan tempat karantina sekaligus tempat relokasi pengungsi Rohingya di Medan bila nantinya pemerintah memutuskan untuk di relokasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan prajuritnya untuk melaksanakan penarikan setelah adanya keputusan dari pemerintah atas dasar kemanusiaan.

Baca juga: Pemerintah Tampung Pengungsi Rohingya yang Terkatung-Katung di Perairan Bireun

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan penarikan telah dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB pagi ini setelah kondisi cukup terang dan aman untuk proses pengikatan dan penarikan kapal di tengah ombak laut lepas. 

"Estimasi akan tiba di Pelabuhan Kruengkeukuh Lhokseumawe sekitar pukul 18.30 WIB”, tuturnya.

Baca juga: 81 Warga Rohingya Terdampar di Aceh, Petugas Berencana Dorong Kembali ke Laut

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Inspektur Jenderal Armed Wijaya selaku Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) di Jakarta, Rabu (29/12) akhirnya mengambil keputusan untuk mendaratkan para pengungsi Rohingya yang masih berada tengah laut sekitar 53 mil dari perairan Bireuen, Aceh. Langkah ini diambil atas nama kemanusiaan.

"Keputusan ini kita buat mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut," ujarnya. Menurutnya, etnis Rohingya di kapal tersebut didominasi oleh perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Cerita Pengungsi Rohingya Terjebak di Pulau Terpencil di Tengah Laut: Seperti Hidup di Penjara Besar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini