Share

KALEIDOSKOP 2021 : Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang yang Masih Berselimut Misteri

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Kamis 30 Desember 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 337 2524798 kaleidoskop-2021-kasus-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-yang-masih-berselimut-misteri-QRiYWoO5eG.jpeg Lokasi kejadian pembunuhan ibu dan anak di Subang. (Foto : MPI)

KASUS pembunuhan terhadap ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat, menjadi sorotan publik pada paruh akhir 2021. Korban yaitu Tuti Suhartini (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di bagasi mobil Alphard. pada 18 Agustus 2021.

Polisi pun langsung turun tangan untuk mengungkap siapa pelaku dari perkara tersebut. Petugas memanggil sejumlah orang untuk digali keterangannya guna mencari titik terang kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Di antara mereka yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangannya adalah Yosef Hidayah, suami dan ayah dari korban. Bahkan, Yosef sudah diperiksa hingga belasan kali oleh petugas.

Polisi juga memeriksa sejumlah keluarga dari korban, seperti kakak Tuti Suhartini yakni Yeti Mulyati dan Yoris Raja Amarullah, kakak dari Amalia.

Keponakan Tuti yakni Muhammad Ramadhanu alias Danu juga telah diperiksa. Ia yang merupakan staf Tata Usaha di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik dari keluarga korban telah diperiksa beberapa kali untuk dimintai keterangan. Itu termasuk keberadaannya di lokasi kejadian.

Istri muda Yosey, yakni Mimin Mintarsih, juga diperiksa kepolisian demi membuat kasus ini terang benderang. Mimin dikabarkan sempat meneror korban. Namun, ia membantah tudingan itu.

Dari sejumlah pemeriksaan terhadap saksi, hingga saat polisi belum menemukan titik terang. Pengusutan kasus ini pun menjadi atensi dari Polda Jabar hingga Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Jabar saat itu, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago, mengakui ada beberapa informasi yang berubah-ubah berdasarkan keterangan saksi.

"Masih tetap dilanjutkan (penyelidikan) karena ada beberapa informasi yang berubah-ubah dari keterangan-keterangan saksi. Tentunya ini diupayakan untuk dicari kesesuaian," ujar Erdi di Bandung, Selasa (2/11/2021).

Terkini, polisi total telah memeriksa 69 orang sebagai saksi. Mereka berasal dari pihak keluarga korban hingga orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga : Sketsa Wajah Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Terungkap! Ini Foto dan Ciri-Ciri Pelaku

"69 saksi yang diperiksa 15 di antaranya dari keluarga, 11 saksi yang saat itu melintas di TKP, 32 saksi untuk menentukan alibi, sedangkan 11 saksi lain tidak berhubungan dengan peristiwa, tapi diambil keterangannya," Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Yani Sudarto, Rabu (29/12/2021).

Periksa TKP dan CCTV

Sementara itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan TKP itu, polisi menemukan bercak darah. Temuan lainnya dari lokasi kejadian, adalah sebuah helm hitam. Aparat pun juga menemukan puntung rokok. Dari hasil tes DNA, rokok tersebut merupakan milik Danu, yang memang bekerja di yayasan tersebut sehingga sering mendatangi rumah korban.

Polisi juga menemukan barang bukti berupa gunting dan pisau kater di lokasi kejadian. Atas temuan ini, Danu pun dicecar petugas karena sempat masuk ke TKP dan membersihkan bak mandi atas perintah dari oknum bantuan polisi.

Untuk mengungkap kasus ini, penyidik juga memeriksa sejumlah CCTV. Sebanyak sekira 55 CCT di titik jalur Bandung menuju Subang diperiksa petugas. Pemeriksaan CCTV itu untuk mencocokkan keterangan saksi dengan CCTV.

"Penyidik sudah melihat rekaman CCTV di 55 titik arah perjalanan dari wilayah Bandung ke Subang," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Dari hasil pemeriksaan salah satu CCTV, polisi menemukan terduga pelaku yang menggunakan minibus putih membuang sesuatu yang diduga barang bukti ke sebuah tong sampah pencucian mobil, tidak jauh dari TKP.

Namun tong sampah tersebut rutin dibakar oleh pemilik pencucian mobil, sehingga saat anjing pelacak mencari barang bukti beberapa hari kemudian hanya menemukan benda yang sudah hangus. Diduga pelaku mengetahui tong sampah tersebut akan dibakar setiap malam.

Baca Juga : Polisi Rilis Sketsa Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Ini Reaksi Keluarga

Konflik Sebelum Peristiwa Berdarah

Yoris mengungkap pernah terjadi konflik besar antara Yosef dengan kedua korban. Konflik itu terjadi pada 2020. Saat itu Yosef pernah minta dibelikan motor NMax oleh Amalia. Permintaan itu awalnya ditolak Amalia.

Amalia yang memegang keuangan yayasan khawatir jika nantinya uang itu diperlukan.

Yosef yang kecewa mengeluh ke ibunya yang tidak lain nenek Amalia. Ibunda Yosef pun langsung memarahi Amalia hingga konflik besar terjadi. Menurut Yoris, saat itu ibu dan adiknya menghubunginya sambil menangis karena dimarahi oleh neneknya. Akhirnya Amalia pun membelikan motor Nmax tersebut, meskipun tetap dikuasai oleh Amalia. "Sesekali dipakai oleh papa untuk bermain golf," kata Yoris, pada akhir September 2021.

Autopsi Korban

Untuk mencari tahu siapa dalang di balik kasus ini, polisi pun melakukan autopsi terhadap korban. Dari hasil autopsi itu diketahui soal ada tidaknya perlawanan dari korban serta dugaan benda yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Petugas menduga, pelaku menggunakan benda tumpul yakni papan penggilasan untuk membunuh Tuti dan Amalia.

Sementara itu, ahli forensik Polri, Kombes Sumy Hastri Purwanti, mengungkap adanya petunjuk emas dari pemeriksaan terhadap tubuh korban.

"Kita cari petunjuk lain di tubuh jenazah. Dari seluruh kasus pembunuhan, tubuh manusia itu menyimpan petunjuk yang luar biasa. Petunjuk emas," ujar Hastry kepada wartawan Selasa (19/10/2021).

Setidaknya, kepolisian telaku melakukan 2 kali autopsi terhadap korban.

"Untuk kasus Subang itu memang jelas kasus pembunuhan. Autopsi pertama sudah bagus, sudah baik. Saya hanya melengkapi saja dan memastikan kalau dari hasil autopsi pertama itu bisa membuktikan waktu kematian, cara kematian, mekanisme kematian, dan sebab kematian," papar Hastry.

"Pengambilan tubuh jenazah itu kita periksa lagi ke ahli DNA forensik. Kalau memang butuh pemeriksaan sidik jari ke ahli fingerprint forensik. Kalau dia diracun kita ke toksikologi forensik," lanjutnya.

Dari pemeriksaan itu, ditemukan bukti ditemukan pada kuku Amalia. Diduga Amalia melakukan perlawanan kepada pelaku.

"Sambil memeriksa sidik jari, kita lihat juga tanda-tanda di tubuhnya. Kalau ada perlawanan, misalnya mencakar, memukul atau mencubit pelaku itu terlihat dari epitel yang tertinggal di kuku korban. Jari-jarinya sekalian diambil untuk diperiksa DNA-nya. Itu kita periksa lengkap," ujar Hastry.

Sketsa Wajah Pelaku

Setelah penyelidikan selama sekira 4 bulan, pihak kepolisian menemukan titik terang. Berdasarkan keterangan saksi potensial, Ditreskrimum Polda Jabar telah mengantongi sketsa wajah yang diduga kuat pelaku pembunuhan sadis itu.

"Kami sudah melakukan langkah memeriksa saksi potensial dan mendapatkan sketsa wajah dari terduga yang potensial dalam kasus tersebut. Sketsa wajah ini hasil dari tim Inafis Bareskrim," kata Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Yani Sudarto dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun Polda Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (29/12/2021).

Meski keterangan yang tertera dalam salinan sketsa tidak jelas, namun terlihat bahwa pelaku merupakan seorang pemuda menggunakan kemeja planel hitam dan putih.

"Kenapa kasus ini tingkat kesulitannya sangat tinggi? karena sampai saat ini penyidik belum dapat memastikan dua alat bukti," katanya.

Meski begitu, Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana menargetkan kasus pembunuhan sadis tersebut bakal terungkap awal 2022 mendatang. Dia mengakui, dalam mengungkap perkara, memang tidak selalu cepat.

"Memang dalam pengungkapan satu perkara itu tergantung bukti-buktinya, ada yang cepat dan lama, seperti kasus perampokan My Bank itu cepat. Untuk kejadian di Subang mohon doanya, target saya awal tahun ini penyidik sedang mengumpulkan fakta-faktanya. Mohon kesabarannya, saya berkomitmen terhadap kasus ini," kata Suntana, Rabu (29/12/2021).

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini