Share

Kepala BNPB: Meski Jumlahnya Turun, tapi Dampak Bencana di 2021 Meningkat Signifikan

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 29 Desember 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 337 2524423 kepala-bnpb-meski-jumlahnya-turun-tapi-dampak-bencana-di-2021-meningkat-signifikan-YJ9NzQnxfm.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan meskipun terjadi penurunan frekuensi bencana, tetapi dampak terlihat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ia pun merinci dampak rumah rusak dominan dan korban luka dalam satu tahun.

"Meskipun terjadi penurunan dari jumlah kejadian bencana, tetapi terjadi peningkatan mulai dari meninggal dunia, luka-luka, terdampak dan mengungsi serta rumah rusak meningkat. Artinya semakin tahun ini dampak terjadinya bencana baik yang berdampak jiwa manusia dan harta benda mengalami peningkatan yang signifikan," kata Suharyanto dalam Youtube Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021).

"Rinciannya untuk dampak rumah rusak dominan terjadi di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulbar dan April kejadian Siklon Tropis Seroja. Korban luka dominan di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulawesi Barat dan Desember kejadian Awan Panas Guguran Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur," imbuhnya.

Suharyantl menyebut wilayah Jawa masih paling banyak mendominasi kejadian bencana alam. Sehingga diperlukan peningkatan tahap penanggulangan bencana.

"Kemudian daerah yang paling banyak bencana di dominasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kemudian disusul oleh Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Daerah yang merah ini perlu peningkatan tahap penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, edukasi dan penanganan darurat dan ini PR kita bersama," ucapnya.

Suharyanto menyebut jumlah frekuensi bencana di Indonesia yang tercatat di penghujung tahun 2021 menurun dari tiga tahun terakhir. Adapun data jumlah bencana tahun 2018 sebanyak 3.397, tahun 2019 sebanyak 3.814, dan tahun 2020 sebanyak 4.649.

"Melihat dan jumlah frekuensi bencana saat ini Indonesia di penghujung tahun ini ada 3.058 bencana ini merupakan angka yang menurun dalam tiga tahun terakhir," ujarnya.

Suharyanto membeberkan bahwa dari 3.058 bencana sepanjang tahun 2021 didominasi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang.

"Itu menyumbang 89,7 persen atau 2.702 kejadian bencana," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini