Share

Sepanjang 2021, Kepala BNPB: Banjir hingga Tanah Longsor Mendominasi dari 3.058 Bencana di Indonesia

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 29 Desember 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 337 2524313 sepanjang-2021-kepala-bnpb-banjir-hingga-tanah-longsor-mendominasi-dari-3-058-bencana-di-indonesia-kEKLJ46q6d.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa dari 3.058 bencana sepanjang tahun 2021 didominasi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang pasang.

"Itu menyumbang 89,7 persen atau 2.702 kejadian bencana," kata Suharyanto dalam Youtube Kemenko PMK, Rabu (29/12/2021).

Baca juga:  3.034 Bencana Alam Terjadi Sepanjang 2021, Korban Tewas 662 Orang

Suharyanto menyebut jumlah frekuensi bencana di Indonesia yang tercatat di penghujung tahun 2021 menurun dari tiga tahun terakhir. Adapun data jumlah bencana tahun 2018 sebanyak 3.397, tahun 2019 sebanyak 3.814, dan tahun 2020 sebanyak 4.649.

"Melihat dan jumlah frekuensi bencana saat ini Indonesia di penghujung tahun ini ada 3.058 bencana ini merupakan angka yang menurun dalam tiga tahun terakhir," ujarnya.

Baca juga:   Waspada! Daerah Ini Berpotensi Terjadi Gerakan Tanah Jelang Puncak Musim Hujan

Selanjutnya, Suharyanto membeberkan wilayah Jawa masih paling banyak mendominasi kejadian bencana alam. Sehingga diperlukan peningkatan tahap penanggulangan bencana.

"Kemudian daerah yang paling banyak bencana di dominasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur kemudian disusul oleh Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Daerah yang merah ini perlu peningkatan tahap penanggulangan bencana dari mulai mitigasi, edukasi dan penanganan darurat dan ini PR kita bersama," jelasnya.

 

Lebih lanjut, meskipun terjadi penurunan frekuensi bencana, tetapi dampak terlihat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ia pun merinci dampak rumah rusak dominan dan korban luka dalam satu tahun.

"Meskipun terjadi penurunan dari jumlah kejadian bencana, tetapi terjadi peningkatan mulai dari Meninggal Dunia, Luka-Luka, Terdampak dan Mengungsi serta rumah rusak meningkat. Artinya semakin tahun ini dampak terjadinya bencana baik yang berdampak jiwa manusia dan harta benda mengalami peningkatan yang signifikan," ucapnya.

"Rinciannya untuk dampak rumah rusak dominan terjadi di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulbar dan April kejadian Siklon Tropis Seroja. Korban luka dominan di bulan Januari kejadian gempa Mamuju Sulawesi Barat dan Desember kejadian Awan Panas Guguran Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini