Share

Kisah Benny Moerdani Tolak Bonus dari Presiden Soeharto Usai Sukses Kejar Duit Pertamina

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Rabu 29 Desember 2021 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 337 2523949 kisah-benny-moerdani-tolak-bonus-dari-presiden-soeharto-usai-sukses-kejar-duit-pertamina-0Cw12lBhql.jpg Benny Moerdani. (Foto: Unkris)

SEBELUM menempuh jalur hukum, Benny Moerdani mencoba menyelesaikan kasus Pertamina di luar pengadilan. Dia bersama Albert Hasibuan dan Harry Tjan Silalahi menemui Ny Kartika di Kantor Pengacara Jean Patrie, Genewa, Swiss. Dia menawarkan agar Kartika menyerahkan uang itu kepada pemerintah.

"Saya minta Nyonya menyerahkan uang itu kepada pemerintah. Kalau perlu, saya antarkan Nyonya menyerahkan langsung kepada Presiden,” ucap Moerdani dikutip dari buku “Benny Moerdani yang Belum Terungkap”.

Rupanya tawaran itu ditolak Kartika. Dia tetap ngotot untuk memilikinya dengan berkata, "Uang itu diperoleh suami saya dengan sah. Saya keberatan menyerahkan uang itu"

"Kalau begitu, kita ketemu di pengadilan," sahut Benny tegas.

Baca juga: Ketika LB Moerdani Kejar Uang Hasil Korupsi Pejabat Pertamina di Singapura

Ketika mengetahui Benny menjadi saksi, Kartika malah berupaya mengajak negosiasi. Melalui salah seorang perantara kepada salah satu pengacara Pertamina, Kartika meminta perkara itu diakhiri dengan imbalan USD 12 juta. Permintaan ini ditolak Benny.

Kartika mengatakan dia terbuka dengan opsi penyelesaian damai sejak awal kasus. Menurut dia, Jenderal Benny pernah menawarkan bagiannya 20 persen dan belakangan menjadi 50 persen. "Saya ketika itu sudah menyiapkan akta perdamaian, ternyata Jenderal Benny membatalkan kesepakatan itu," tutur Kartika.

Pengadilan Tinggi Singapura dalam putusan pada 3 Desember 1992 menetapkan deposito Ahmad Thahir dan Kartika merupakan hasil korupsi dan melanggar hukum. Dalam putusan setebal 214 halaman, hakim Lai Kew Chai menetapkan Pertamina berhak atas uang deposito di Bank Sumitomo senilai US$ 76 juta yang tersimpan dalam 17 rekening Deutsche Mark.

Presiden Soeharto mengucapkan selamat kepada Benny Moerdani atas keberhasilannya. Dia sempat menawarkan bonus untuk Benny dan tim, tapi ditolak oleh sang Jenderal. "Sejak awal saya diajak bergabung, Pak Benny sudah menga takan menangani perkara ini tanpa bayaran. Hanya ditanggung ongkos saja," ucap Albert.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini