Share

Ketua DPD RI: Pemerintah Harus Ambil Langkah Konkret Entaskan Kemiskinan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 28 Desember 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 337 2523914 ketua-dpd-ri-pemerintah-harus-ambil-langkah-konkret-entaskan-kemiskinan-1jSJqk0Ot6.jfif Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti. (Ist)

SURABAYA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap prediksi Bank Dunia terkait angka kemiskinan mendapat perhatian serius. Menurutnya, pemerintah harus memiliki langkah konkret untuk mengentaskan kemiskinan.

Sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan terjadi peningkatan angka kemiskinan di seluruh dunia yang disebabkan pandemi Covid-19 pada 2020. Jumlahnya mencapai 97 juta orang.

"Angka ini tentu tidak main-main. Tentu saja angka ini termasuk peningkatan angka kemiskinan nasional. Ini yang menurut saya harus disikapi pemerintah," tutur LaNyalla saat reses di Jawa Timur, Selasa (28/12/2021).

LaNyalla mengingatkan ada masalah lain yang mengancam dengan meningkatnya angka kemiskinan.

Sebab, saat angka kemiskinan meningkat tajam, jumlah kekayaan atau harta para orang kaya juga mengalami kenaikan yang disebabkan bisnisnya yang berkembang saat pandemi.

"Kondisi ini bisa semakin mempertajam kesenjangan sosial. Dengan tajamnya perbedaan kelompok kaya dan miskin dapat mengakibatkan berbagai permasalahan sosial," katanya.

Senator asal Jawa Timur ini menambahkan, para orang kaya di dunia sudah seharusnya mendukung dan membantu Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengatasi kemiskinan global.

Baca Juga : LaNyalla Ajak Pemuda Asia-Afrika Siapkan Peta Jalan Sambut Perubahan Global

LaNyalla juga berharap pemerintah daerah, khususnya Jawa Timur, ikut menyikapi hal tersebut. Di Jawa Timur, angka kemiskinan pada September 2020 mencapai 10,19 persen. Lalu, pada Maret 2021 angka kemiskinan menurun menjadi 10,14 persen.

"Namun, angka ini masih tergolong tinggi. Tentunya pemerintah Jatim memerlukan strategi tertentu untuk menurunkan angka kemiskinan," katanya.

Menurutnya, realita yang terjadi pada masyarakat pedesaan tidak bisa dikesampingkan. Sebab, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian yang masih di bawah garis kemiskinan dan tidak dapat mencukupi kebutuhan.

"Untuk menekan angka kemiskinan, pemerintah perlu menggenjot hasil produksi pertanian dan meningkatkan angka perdagangan sektor ini. Apalagi, pertanian adalah salah satu sektor yang mampu survive, bahkan tumbuh, selama pandemi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini