Share

KALEIDOSKOP 2021: Kasus Unlawfull Killing Laskar FPI, 3 Oknum Polisi Jadi Tersangka

Tim Okezone, Okezone · Selasa 28 Desember 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 337 2523425 kaleidoskop-2021-kasus-unlawfull-killing-laskar-fpi-3-oknum-polisi-jadi-tersangka-xHiG7njwIw.jpg Habib Rizieq (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tak kunjung menghadiri pemeriksaan Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sepulang dari Arab Saudi.

Polisi pun bergerak cepat dengan menyelidiki keberadaan aktor utama dari aksi bela Islam 212 di Monas, Jakarta itu.

Berdasarkan keterangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Unlawfull Killing Laskar FPI diketahui bahwa keberadaan Habib Rizieq terdeteksi di perumahan The Nature Mutiara Sentul, Kabupaten Bogor, pada 6 Desember 2020.

Saat itu, Polda Metro Jaya mengerahkan sejumlah tim untuk memantau keberadaan Habib Rizieq. Tim tersebut berisikan Ipda Yusmin, Briptu Fikri, Bripka Faisal, dan Ipda Elwira Priadi Z (meninggal dunia karena kecelakaan) berada di mobil Toyota Avanza berwarna silver berpelat nomor K 9143 EL.

Lalu, Bripka Adi Ismanto dan Aipda Toni Suhendar ada di mobil Daihatsu Xenia berwarna silver dengan pelat nomor B 1519 UTI. Kemudian, Bripka Guntur Pamungkas mengemudikan mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan pelat nomor B 1392 TWQ.

Baca juga: Sidang Pembunuhan 6 Laskar FPI, 2 Polisi Terdakwa Berikan Kesaksian

Sekitar pukul 23.00 WIB, sekitar 10 mobil rombongan bergerak keluar dari perumahan yang belakangan diketahui berisikan Habib Rizieq beserta keluarga yang mengaku ingin melaksanakan pengajian rutin antarinternal keluarga.

Baca juga: Kesaksian Anggota Resmob soal Tidak Bawa Borgol di Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Polisi pun bergerak cepat dengan membuntuti rombongan tersebut menuju ke arah pintu Tol Sentul 2. Dalam pemantauan itu satu mobil Pajero warna putih bergerak ke arah bogor, yang kemudian diikuti oleh Bripka Guntur.

Sementara itu, dua mobil polisi lainnya mengikuti 9 mobil lainnya. Namun saat perjalanan arah Tol Cikampek 1, mobil yang dikemudikan Bripka Adi Ismanto tertinggal dari rombongan.

Kontak tembak pun tak terhindarkan di jalan pintu keluar Tol Karawang Timur, pada Senin 7 Desember 2021, dini hari. Kala itu, rombongan Habib Rizieq telah mengetahui bahwa pihaknya sedang dibuntuti.

Dua mobil dari laskar FPI pengawal Habib Rizieq yakni Chevrolet dan Toyota Avanza langsung berusaha menghalang-halangi mobil yang dikemudikan Bripka Faisal.

Selanjutnya Toyota Avanza yang belakangan diketahui dikemudikan Laskar FPI itu menyerempet bumper sebelah kanan mobil yang dikemudikan Bripka Faisal di Jalan Interchange Karawang, sekitar pukul 00.30 WIB.

Bripka Faisal pun membalas "serangan" laskar FPI itu dengan berupaya mengejar mobil Avanza. Namun, tiba-tiba muncul Chevrolet warna abu-abu yang memepet dan menghentikan mobil yang berisi anggota polisi.

Baca juga: KALEIDOSKOP 2021 : Cerita Habib Rizieq Langgar Prokes, Berakhir di Balik Jeruji Penjara

Empat orang anggota FPI turun dari mobil Chevrolet. Mereka juga membawa senjata tajam saat menghampiri mobil yang dikemudikan oleh Bripka Faisal.

"Seorang laki-laki yang mengenakan jaket biru melakukan penyerangan ke mobil yang dikemudikan oleh Bripka Faisal dengan cara mengayunkan pedang dan membacok kap mesin mobil kemudian melanjutkan dengan menghujamkan pedang sekali lagi ke kaca mobil secara membabi buta," kata Jaksa dalam dakwannya, Senin 18 Oktober 2021.

Baca juga: Panitia Bacakan Pesan Habib Rizieq: Reuni Aksi 212 Tiap Tahun Layak Digelar dan Dihadiri

Lalu, Briptu Faisal menurunkan kaca mobil dan langsung melepaskan tembakan peringatan sebanyak satu kali dengan berteriak sebagai anggota polisi. “Polisi, Jangan Bergerak,” kata Faisal.

Mengetahui yang mengikuti anggota polisi, empat laskar FPI itu kemudian berlari ke mobil Chevrolet dengan dua anggota FPI lainnya keluar dari mobil dan mengarahkan tembakan ke mobil polisi sebanyak tiga kali.

Polisi lalu membalas tembakan tersebut karena anggota FPI itu berencana kabur. Saat itu, seorang laskar FPI Faiz AS tertembak di lengan kiri bagian dalam dan lengan bawah kiri sisi dalam.

Mobil Chevrolet berisi anggota FPI itu pun berhasil kabur dan dikejar oleh anggota kepolisian. Dalam pengejaran itu, aksi saling tembak tak terhindarkan.

Pada awalnya polisi berhasil mengejar mobil tersebut. Namun, para laskar FPI itu kembali menodongkan senjata hingga pengejaran berlanjut hingga KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Aksi saling kejar itu berakhir setelah mobil yang ditumpangi Laskar FPI menabrak pembatas jalan akibat pecah ban. Sehingga polisi langsung menangkap empat anggota Laskar FPI dan melakukan penggeledahan.

Saat itu, polisi telah berhasil membawa para laskar FPI itu ke dalam mobil Anvanza yang berisikan Ipda Yusmin, Briptu Fikri, Bripka Faisal, dan Ipda Elwira Priadi Z namun empat Laskar FPI melakukan perlawanan. Mereka mencoba merebut senjata dengan mencekik leher Briptu Fikri.

Baca juga: Sidang Unlawful Killing, Saksi Sebut Ada 4 Samurai di Dalam Mobil Laskar FPI

Almarhum Ipda Elwira Priadi Z dan Briptu Fikri langsung mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak empat Laskar FPI di dalam mobil hingga tewas.

"Masing-masing terdakwa menembak dua anggota laskar FPI," kata Jaksa.

Sehingga para laskar FPI yakni Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, M Suci Khadavi Poetra tewas dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: 2 Terdakwa Kasus Penembakan Laskar FPI Jalani Sidang Perdana Secara Langsung

Polisi tetapkan 6 laskar FPI tersangka

Setelah peristiwa aksi saling tembak menembak tersebut, polisi kemudian menetapkan 6 anggota laskar FPI yakni Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, M Suci Khadavi Poetra sebagai tersebut.

Namun karena para tersangka sudah meninggal dunia Polri pun resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Dengan begitu, status tersangka enam Laskar FPI tersebut gugur.

"Seperti kita ketahui enam tersangka meninggal dunia, bedasarkan Pasal 109, 109 ayat (2) huruf c KUHAP bahwa penyidikan dapat dihentikan demi hukum," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Rabu 10 Maret 2021.

Baca juga: HNW Berharap MA Beri Keadilan di Kasus Habib Rizieq Lainnya

Penghentian penyidikan tersebut, kata Rusdi melihat pertimbangan bahwa enam tersangka Laskar FPI tersebut sudah meninggal dunia dalam perkara ini. "Dengan beberapa hal pertimbangan pertama Nebis in Idem, kedua, tersangka meninggal dunia, dan ketiga, tindak pidana kadaluwarsa memenuhi Pasal 109 KUHAP maka dilakukan pengehentian penyidikan terhadap LP bernomor 1340," ujar Rusdi.

Tiga Oknum Polisi Ditetapkan Tersangka

Bareskrim Polri menetapkan tiga anggota polisi yang diduga terlibat dalam kasus unlawful killing yang menewaskan empat anggota laskar FPI. Namun, satu orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia karena kecelakaan, sehingga tersisa dua orang sebagai tersangka.

Baca juga: 5 Kasus Kerumunan Paling Menjadi Perhatian, dari Habib Rizieq hingga Promo McD

"Penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa Kilometer 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono Selasa 6 Maret 2021.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang dugaan unlawful killing atau pembunuhan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) dengan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella pada Selasa 30 November 2021.

Keduanya akan memberikan kesaksiannya di persidangan. "Untuk hari ini kami menghadirkan tiga orang saksi dan dua orang ahli," ujar Jaksa di persidangan.

Dikatakan Jaksa, tiga saksi itu dua di antaranya merupakan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, sedangkan satu saksi lagi Koordinator Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Endang Sri Melani.

Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Lokasi Sidang Belum Ditentukan, Penyerahan 2 Tersangka Penembakan Laskar FPI Tertunda

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini