Share

Dugaan Korupsi Eks Pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta Rugikan Negara Rp307,9 Miliar

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 27 Desember 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 337 2523378 dugaan-korupsi-eks-pimpinan-bank-jateng-cabang-jakarta-rugikan-negara-rp307-9-miliar-bykSw04iFf.jpg Bareskrim tetapkan mantan pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta sebagai tersangka kasus korupsi pemberian kredit proyek. (Foto : Puteranegara Batubara)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri menyatakan, kasus dugaan korupsi pemberian kredit proyek yang menjerat eks pimpinan Bank Jawa Tengah (Jateng) cabang Jakarta Bina Mardjani, ditaksir telah membuat negara merugi senilai ratusan miliar.

"Kerugian keuangan negara diduga dilakukan tersangka BM adalah sebesar Rp307.943.794.372," kata Wadirtipidkor Polri Kombes Cahyono Wibowo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/12/2021).

Sementara itu, Cahyono menyebut, untuk tersangka Direktur PT Garuda Technology Bambang Supriyadi disinyalir perbuatannya telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp174,4 miliar.

"Kerugian keuangan negara yang diduga dilakukan oleh tersangka BS adalah sebesar Rp174.447.324.726," ujar Cahyono.

Ia menjelaskan, sebagai pimpinan Bank Jateng, tersangka Bina, dengan wewenangnya sebagai pemutus kredit proyek telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyetujui kredit proyek yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan membiarkan dana kredit proyek tersebut digunakan tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Baca Juga : 2 Kasus Dugaan Korupsi di Bank Jateng Rugikan Negara hingga Rp500 Miliar

Sementara tersangka Bambang, diduga telah melakukan rekayasa kontrak kerja proyek sebagai dasar pengajuan kredit proyek di Bank Jateng Cabang Jakarta.

Tersangka Bambang memberikan uang imbal jasa kepada Bina sebanyak 3 kali masing-masing sebesar Rp1 miliar, Rp300 juta, dan Rp300 juta, total sebesar Rp1,6 miliar.

"Dengan tujuan sebagai imbal jasa atas persetujuan kredit PT Garuda Technology," ucap Cahyono.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini