Share

Periksa Pegawai Adhi Karya, KPK Telusuri Jejak Korupsi Proyek Gedung IPDN

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 27 Desember 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 337 2523095 periksa-pegawai-adhi-karya-kpk-telusuri-jejak-korupsi-proyek-gedung-ipdn-WiMcFltiaR.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa pegawai PT Adhi Karya, Didi Kustiadi hari ini, Senin (27/12/2021). Didi bakal diperiksa terkait dugaan korupsi pembangunan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Minahasa, Sulawesi Utara pada 2011.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DP (Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Persero Dono Purwoko)," ujar Plt juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Eks Wali Kota Banjar Herman Sutrisno sebagai Tersangka Korupsi

Selain memeriksa Didi, KPK juga bakal memeriksa mantan pegawai PT Adhi Karya Ari Prijo Widagdo, dan Direktur PT Kharisma Indotarium Utama Mulyawan.

Diketahui, KPK telah menetapkan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Dono Purwoko (DP) tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung IPDN Minahasa, Sulawesi Utara pada Kemendagri tahun anggaran 2011.

Selain Dono, KPK juga telah menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dudy Jocom tersangka pada kasus tersebut.

Dudy juga ditetapkan tersangka bersama dengan Direktur Operasi PT Waskita Karya (Persero) Adi Wibowo dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan tahun anggaran 2011.

Namun, KPK belum menahan Adi karena yang bersangkutan beralasan sakit. KPK pun bakal melakukan pemanggilan ulang untuk Adi. Kasus ini berawal ketika Dudi menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan bahwa akan ada lelang proyek pembangunan kampus IPDN di Sulawesi, pada 2011. Sebelum lelang dilakukan, diduga telah telah disepakati adanya pembagian kerja untuk PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya.

Waskita Karya mendapat proyek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan Adhi Karya menggarap proyek di Sulawesi Utara. Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp11,18 miliar di proyek pembangunan gedung IPDN Sulawesi Selatan dan Rp9,378 miliar di proyek Sulawesi Utara.

Baca Juga: KPK Terima 3 Ribu Lebih Aduan Korupsi, Berikut 4 Daerah Terbanyak

Follow Berita Okezone di Google News

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini