Share

Pengakuan Penabrak Sejoli di Nagreg: Korban Tak Pakai Helm dan Tabrak Truk

Tim Okezone, Okezone · Minggu 26 Desember 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 337 2522849 pengakuan-penabrak-sejoli-di-nagreg-korban-tak-pakai-helm-dan-tabrak-truk-CWT3oiZfmu.jpg Kasus kecelakaan di Nagreg. (Foto : Ist)

JAKARTA - Pengakuan salah seorang penabrak sejoli di Nagreg menyatakan, korban tak memakai helm dan menabrak truk yang melintas dari arah berlawanan. Akhirnya, korban terpental dan masuk ke kolong minibus hitam yang dikendarainya.

Dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (26/12/2021), Kopda A menyatakan, Hendi Saputra (18) dan Salsabila (16) tak menggunakan helm saat menunggangi sepeda motor jenis Satria FU Nopol D 2000 RS dengan warna hitam tersebut.

"Datang dari arah berlawanan dengan tidak menggunakan helm menabrak bagian belakang mobil truk (tidak diketahui identitasnya) yang mengakibatkan korban terpental di aspal jalan sehingga masuk di dalam kolong mobil," kata Kopda A.

Dia menyatakan, selanjutnya pihaknya memberikan pertolongan kepada korban dengan mengangkat ke tepi jalan lantaran tidak ada warga yang membantu.

"Sehingga Kolonel P berinisiatif dan memerintahkan saya dan Koptu AS untuk memasukkan korban ke dalam mobil Panther yang kami kendarai," tuturnya.

Ia menambahkan, dalam perjalanan itu, dirinya memberikan saran kepada Kolonel P agar kedua korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, saran tersebut ditolak oknum perwira menengah TNI AD dengan tiga melati di pundak tersebut.

Ia melanjutkan, kemudian Kolonel P mengambil alih kemudi sehingga perjalanan dilanjutkan menuju Daerah Istimewa Yogkarta.

Baca Juga : TNI AD Pastikan 3 Oknum Penabrak Sejoli di Nagreg Dapat Hukuman Setimpal

"Sesampainya di Sungai Serayu daerah Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB Kolonel P memerintahkan untuk membuang kedua korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan," ujarnya.

Dalam proses membuang kedua korban tersebut, Koptu AS turun dari mobil untuk menurunkan korban, lalu Kolonel P dan Kopda A menyeret Hendi Saputra dan Salsabila ke jembatan dan membuangnya ke Sungai Serayu.

"Setelah membuang korban kami melanjutkan perjalanan menuju kediaman Kolonel P di Kalasan Yogyakarta, di dalam perjalanan Kolonel P mengatakan bahwa kejadian tersebut jangan diceritakan kepada siapa pun agar di rahasiakan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini