Share

Korban Penembakan Misterius Era Orde Baru Capai 10.000 Orang?

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Sabtu 25 Desember 2021 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 337 2522345 korban-penembakan-misterius-era-orde-baru-capai-10-000-orang-28eFIh7VCV.jpeg LB Moerdani. (Foto: Istimewa)

TERUNGKAP sejumlah fakta di balik operasi penumpasan begal sadis di era presiden Soeharto yang menyisakan pro dan kontra.

Pada 2012, Komnas HAM pernah mengumpulkan fakta-fakta tentang penembakan misterius (petrus). Wakil Ketua Komnas HAM saat itu, Yosep Adi Prasetyo, menyatakan korban penembakan misterius atau akrab dikenal petrus terjadi pada kurun 1982-1985, dilansir dari buku "Benny Moerdani yang Belum Terungkap".

LB Moerdani, yang baru diangkat sebagal Panglima ABRI dan Panglima Kopkamtib pada Maret 1993, meneruskan Operasi Churit, yang diawali oleh Soedomo "Operasi itu dilanjutkan dan lebih sadis lagi. (Metode) yang di Yogyakarta diadopsi oleh Benny," kata Stanley-sapaan Yosep Adi Prasetyo.

Menurut Stanley, hasil penyelidikan Komnas HAM menyimpulkan bahwa pelaksana petrus adalah tim dari pusat yang melibatkan Komando Pasukan Khusus (Kopasus). "Mereka memakai topeng dan berpakaian hitam-hitam. Mereka menjemput sasarannya pada tengah malam dengan menggedor rumahnya Kalau orangnya keluar, dia dieksekusi di depan keluarganya," ucapnya.

Pola lain, kata dia, adalah menghilangkan orang tersebut. Tim eksekutor membawa orang tersebut ke satu tempat, kemudian membunuh dan membuangnya di daerah lain atau di dalam kluweng. Itu sebabnya jumlah korben petrus tak pasti.

Menteri Luar Negeri Belanda Hans van den Brock menyebutkan jumlah korban mencapai 3.000 orang dan kriminolog Mulyana W. Kusumah menyebutkan angka 2.000 orang, David Bourchier, peneliti Monash University, menyebutkan angka yang lebih besar lagi 10 ribu orang (baik yang mati karena mayatnya ditemukan maupun yang hilang).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini