Share

Tinjau Gereja Kadetral, Kapolri: Peribadatan Terapkan Prokes dan Kapasitas Maksimal 50%

Indra Purnomo, MNC Portal · Jum'at 24 Desember 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 337 2522270 tinjau-gereja-kadetral-kapolri-peribadatan-terapkan-prokes-dan-kapasitas-maksimal-50-fQkG84yjlU.jpg Kapolri, Panglima TNI dan Ketua DPR RI meninjau Gereja Katedral (Foto: MPI/Indra)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Andika Perkasa dan Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau Gereja Katedral, Pasar Baru, Jakarta Pusat, di malam Natal 2021, Jumat (24/12/2021).

Sigit menyebut, peribadatan di Gereja Katedral menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Selain itu juga dilakukan pembatasan kapasitas maksimal 50%. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19.

"Pengaturan kegiatan di dalam gereja sebagaimana diatur bahwa saat ini dilakukan dengan kapasitas 50% dan sisanya dilaksanakan secara virtual. Tentunya ini semua harus dilakukan untuk menjaga agar Covid-19 yang saat ini telah kita kendalikan," ujar Sigit.

Dijelaskannya, semua pihak harus mempertahankan kondisi daripada Covid-19 yang telah mencapai titik rendah. Dia berujar pengalaman tahun lalu di periode Nataru kenaikan Covid-19 mencapai 2,5 kali lipat.

Baca Juga : Mahfud MD Jadi Khatib Sholat Jumat di Mako Brimob, Lalu Meninjau Pengamanan Gereja

"Tentunya ini semua harus dilakukan untuk menjaga agar Covid-19 yang saat ini telah kita kendalikan dan hasilnya cukup baik di mana positivity rate kita di bawah 1, ini masih bisa kita pertahankan. Karena pengalaman di Nataru yang lalu terjadi peningkatan 2,5 kali lipat dan itu terus naik pada saat kemudian masuk di Hari Raya Idul Fitri," tuturnya.

Sigit menuturkan, hal tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak walaupun menurutnya pengendalian Covid-19 sudah membaik. Kendati demikian, dia mengimbau semua pihak agar tetap waspada menghadapi akhir tahun dan masuk awal tahun ini.

"Apalagi saat ini kita tahu bahwa varian baru saat ini sedang berkembang, hampir 160 negara dan 8 sudah masuk ke Indonesia. Sehingga mau tidak mau kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara kuat," tutur Sigit.

"Kemudian kami juga dalam kesempatan ini akan memberikan pelayanan dan pengamanan secara optimal tentuanya didukung oleh Bapak Panglima, seluruh jajaran TNI, untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian pelaksanan ibadah Natal dan juga yang akan terus berjalan sampai dengan Tahun Baru nanti betul-betul bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sukses," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini