Share

Waspada! Bibit Siklon Tropis 97S Terdeteksi di Perbatasan Laut Timor-Laut Arafura, Apa Dampaknya?

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 24 Desember 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 337 2521992 waspada-bibit-siklon-tropis-97s-terdeteksi-di-perbatasan-laut-timor-laut-arafura-apa-dampaknya-zUF3JJM638.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S dengan posisi pertumbuhan sistem di perbatasan Laut Timor- Laut Arafura sekitar selatan Kepulauan Tanibar atau tepatnya di 9.4LS 130.3BT. 

Sebelumnya, BMKG telah merilis peringatan dini pada 22 Desember 2021 terkait Suspect Area potensi Bibit Siklon Tropis di sekitar Laut Timor-Arafura yang kini menjadi Bibit Siklon Tropis 97S.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan Bibit Siklon 97S tersebut saat ini terdeteksi bertekanan rendah di pusatnya 1007 mb dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 20 knot (36 km/jam).  

“Berdasarkan pemodelan, diprakirakan sistem Bibit Siklon Tropis ini akan menguat dalam 24-48 jam ke depan peluang kategori Sedang - Tinggi untuk menjadi Siklon Tropis,” kata Guswanto dalam keterangan yang diterima, Jumat (24/12/2021).

Peningkatan intensitas secara signifikan diprediksikan dapat terjadi sekitar hari Sabtu-Minggu dengan kecenderungan bergerak ke arah selatan hingga barat daya menuju ke arah perairan utara Australia serta menjauhi wilayah Indonesia dan masuk ke wilayah tanggungjawab TCWC Australia.

Baca juga: Malang Hujan Es, BMKG: Biasa Terjadi saat Pergantian Musim

Dalam 48 jam kedepan Bibit Siklon Tropis 97S dapat memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia berupa potensi:

- Hujan sedang-lebat terjadi di wilayah : Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

- Angin Kencang terjadi di wilayah : Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

- Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 meter (Moderate Sea): Laut Sawu, Perairan Kupang - P.Rotte, Selat Ombai, Laut Flores, Perairan Kep.Selayar, Perairan selatan Baubau - Kep.Wakatobi, Laut Seram, Perairan selatan P.Buru - P. Seram, Perairan Kep.Letti - Kep.Babar, Perairan Fakfak - Kaimana – Amamapare, dan Perairan Yos Sudarso.

- Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 meter ( Rough Sea ) : Laut Banda, Perairan Kep.Tanimbar, Perairan Kep.Kai, Perairan Kep. Aru, dan Laut Arafuru.

Untuk memperkuat informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di level daerah, UPT BMKG wilayah Propinsi secara aktif melakukan diseminasi informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. 

BMKG melalui Jakarta TCWC terus melakukan pemantauan perkembangan potensi sistem bibit siklon tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini