Share

Terduga Teroris Ditangkap, Polri Ungkap Kelompok JAD Sudah Persiapkan Aksi Teror di Tanah Air

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 24 Desember 2021 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 337 2521830 terduga-teroris-ditangkap-polri-ungkap-kelompok-jad-sudah-persiapkan-aksi-teror-di-tanah-air-Qy5NBliGX4.jpg Densus 88. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polri mengungkap bahwa kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) telah mempersiapkan serangan aksi teror di Indonesia. Rencana itu terungkap pasca-Densus 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan terhadap tiga terduga teroris di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, para pelaku teror sudah merencakan pembelian senjata dengan persiapan Idad atau pelatihan-pelatihan fisik, militer dan menembak. 

"Serta di dalam penyelidikan dan penyidikan Densus telah menemukan perencanaan yang dilakukan kelompok ini dalam melakukan aksi teror di Tanah Air," kata Ramadhan, Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Ketiga teroris yang ditangkap di Kalteng adalah AZE, RT dan MS. Salah satu terduga teroris berinisial MS, bahkan telah menyatakan siap untuk menjadi eksekutor dalam aksi teror yang tengah dipersiapkan oleh yang bersangkutan.

Baca juga: 3 Terduga Teroris di Jateng Merupakan Jaringan IT dari Jamaah Islamiyah

"MS menyatakan siap untuk menjadi eksekutor dalam melakuian kegiatan teror. MS ini juga bersama-sama melakukan pelatihan atau idad bersama AZE," ujar Ramadhan. 

MS yang ditangkap di Hotel, kata Ramadhan, juga berperan sebagai pendorong dalam pembelian senjata di kelompok teror tersebut. 

Sementara, terduga AZE diketahui pernah melakukan pelatihan fisik, militer dan menembak bersama dengan MS. Ia juga menjadi admin dalam grup WhatsApp. 

"AZE memmbuat dan menjadi admin dalam grup internal mereka. Ada 2 grup WA yang mana 2 grup tersebut saling memberikan informasi dan juga memberikan tutorial dan juga informasi terhadap kegiatan jaringan JAD," ucap Ramadhan. 

"Hal ini kita dapat dari pemeriksaan dan pengakuan yang diberikan dari beberapa pelaku yang ditangkap sebelumnya," tambah Ramadhan. 

Kemudian, tersangka ketiga adalah RT. Ia juga berperan sebagai pihak yang bertugas mengatur admin grup media sosial. 

"RT juga tergabung dalam kelompok JAD dan merupakan admin dalam grup salah satu medsos yang ada. Grup ini merupakan sarana untuk saling memberikan informasi," tutup Ramadhan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini