Share

Kepala BNPB Tinjau Kesiapan Rusun di Jakarta, Antisipasi Lonjakan Karantina Covid-19

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 23 Desember 2021 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 337 2521357 kepala-bnpb-tinjau-kesiapan-rusun-di-jakarta-antisipasi-lonjakan-karantina-covid-19-wbmwNS9xQw.jpg Kepala BNPB cek kesiapan rusun (Foto : BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau kesiapan beberapa Rumah Susun (rusun) di DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi adanya penambahan kebutuhan tempat karantina Covid-19 bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Peninjauan tersebut dilakukan pada Rabu 22 Desember 2021 di beberapa wilayah di Ibu Kota.

Peninjauan pertama dilakukan di Rusun Nagrak yang berada di bilangan Cilincing, Jakarta Utara. Diketahui Rusun Nagrak saat ini dijadikan sebagai tempat karantina bagi para PMI yang barus saja tiba di Tanah Air.

"Hingga hari ini, Rabu (22/12) keterisian tempat tidur untuk karantina sebanyak 1.860 dari total kapasitas kurang lebih 4.000 tempat tidur," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis dikutip, Kamis (23/12/2021).

Suharyanto mengatakan akan ada penambahan kapasitas yang akan dibuka di tower 6. Total terdapat 265 unit kamar di tower 6 dengan kapasitas mencapai 1000 orang. 166 unit di antaranya telah layak dan siap untuk digunakan, sementara sisanya, 99 unit, masih harus dilakukan perbaikan-perbaikan pada interior gedung dan kamar.

"Agar dipercepat untuk perbaikannya sehingga kami dapat langsung mengirimkan kebutuhan dan peralatan untuk dapat segera dimanfaatkan sebagai lokasi karantina," ucapnya.

Baca Juga : Semakin Bertambah, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 295 Pasien Covid

Selanjutnya, Suharyanto yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tersebut meninjau Rusun Daan Mogot di Jakarta Barat yang rencananya juga akan dijadikan tempat karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Di Rusun Daan Mogot sendiri terdapat 2 tower yaitu tower 6 dan 7, yang telah disiapkan pemerintah untuk tempat karantina dengan kapasitas tempat tidur yang dapat dimanfaatkan sebanyak 1.040 orang," jelasnya.

Lebih lanjut, Suharyanto meninjau Wisma Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta yang berada di Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarta, Jakarta Selatan. Rencananya, akan ada 480 tempat tidur yang disiapkan untuk penambahan tempat tidur untuk karantina.

Apabila sudah siap beroperasi, rusun-rusun dan fasilitas tersebut akan segera digunakan untuk lokasi tambahan karantina pelaku perjalanan internasional, khususnya PMI tanpa dipungut biaya.

"BNPB akan siapkan seluruh kebutuhan kamarnya, semoga Senin (27/12) besok sudah dapat dimanfaatkan," pungkasnya.

Sesuai dengan Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penaganan Covid-19 Nomor 25 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19, bagi pelaku perjalanan internasional wajib menjalani karantina terpusat selama minimal 10 x 24 jam. Karantina tersebut berfungsi sebagai langkah pencegahan dini dari adanya potensi penularan virus Covid-19 varian Omicron.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB didampingi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta ISabdo Kurnianto, Plt. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Jarwansah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, dan jajaran pengurus rumah susun di wilayah DKI Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini