Share

Banten Memanas! Ribuan Buruh Mengamuk dan Duduki Ruang Kerja Gubernur Wahidin Halim

Nandha Aprilia, MNC Media · Kamis 23 Desember 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 337 2521295 banten-memanas-ribuan-buruh-mengamuk-dan-duduki-ruang-kerja-gubernur-wahidin-halim-rcLeBdGiad.jpg Massa buruh duduki kantor gubernur/ IG

TANGERANG- Ribuan buruh mengamuk dan berhasil menerobos masuk hingga menduduki ruang kerja Gubernur Banten Wahidin Halim.

(Baca juga: Sempat Viral, Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Desain Tugu Pamulang)

Diketahui, aksi ini terjadi pada Rabu (22/12/2021) sore, dan kini viral di media sosial seperti halnya terlihat dari unggahan dari video di akun instagram @viralciledug.

Dalam tayangan terlihat, massa buruh membuka beberapa ruangan lainnya dan mencari Gubenur Banten Wahidin Halim.

(Baca juga: Demo Buruh di Patung Kuda, Begini Penyesuaian Rute Bus Transjakarta)

“Pak Wahidin, kami datang pak Wahidin. Tamu mu datang nih pak Wahidin,” ucap pendemo dikutip dari akun instagram @viralciledug, Kamis (23/12/2021).

Sekadar diketahui, aksi ini merupakan bentuk protes buruh atas penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Tak hanya itu, aksi ini juga sebagai bentuk para buruh tak terima atas ucapan yang disampaikan Gubernur Banten yang meminta pihak perusahaan untuk mengganti pegawai yang tidak mau menerima gaji sesuai (UMP).

“Saya bilang ke pengusaha, ya kalian cari tenaga kerja baru. Masih banyak yang nganggur, yang butuh kerja, yang cukup gaji 2,5 juta, 4 juta juga masih banyak,” ungkap Wahidin Halim pada Senin, (6/12/2021) lalu.

Dari hal ini, para buruh yang berhasil duduk di kursi kerja Wahidin Halim pun menyinggung perkataan Gubernur Banten itu.

“Saya mau lihat sejauh mana keseriusan buruh untuk mendemo saya. Jadi silahkan jika sekiranya kalian ada yang mau menggantikan saya, jika bersedia digaji 2,5 (juta),” ucap salah satu pendemo sembari duduk dikursi Gubernur Banten.

Di sisi lain, buruh tetap meminta untuk UMP yakni sebesar 5,4 persen dan meminta untuk segera di SK-kan.

"Kami meminta agar angka 5,4 persen untuk UMP segera di-SK dan pengusaha sudah menyatakan siap untuk mengesahkan hal itu," kata Yabes seorang orator.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini