Share

Kaleidoskop 2021: Tragedi Nanggala, Duka Bangsa Indonesia

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 23 Desember 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 337 2521181 kaleidoskop-2021-tragedi-nanggala-duka-bangsa-indonesia-aUUxSSAjyG.jpg KRI Nanggala/ Antara

JAKARTA – Duka menyelimuti bangsa Indonesia pada akhir April 2021. Saat itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengabarkan, salah satu armada kapal selam TNI AL, KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan Bali, pada Rabu, 21 April 2021.

(Baca juga: Beratnya Seleksi Awak KRI Nanggala 402, Bertahan Hidup di Hutan hingga Disiksa di Kamp Tahanan)

Menurutnya, kapal selam KRI Nanggala 402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer, dari utara Pulau Bali. Selang beberapa waktu, KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam dengan membawa 53 personel TNI AL, termasuk komandan Letkol Laut (P) Heri Oktavian. Heri menjabat Komandan KRI Nanggala-402 pada 3 April 2020 lalu. Dia sebelumnya menjabat Komando Komandan Sekolah Awak Kapal Selam (Dansekasel) Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus).

(Baca juga: Penampakan Pelayaran Perdana KRI Nanggala 402 dari Jerman ke Indonesia)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. "Saya atas nama Panglima TNI menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat," kata Panglima TNI.

Hadi mengaku pada Sabtu dini hari, merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen bagi seluruh ABK kapal. "Namun, hingga batas akhir live support tersebut, keberadaan kapal juga tidak bisa ditemukan," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendapat laporan, langsung menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa KRI Nanggala 402 beserta seluruh awak kapal yang ada di dalamnya.

"Musibah ini mengejutkan kita semua. Tidak hanya keluarga 53 awak kapal, tidak hanya keluarga Hiu Kencana atau keluarga besar TNI Angkatan Laut, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dikatakan Jokowi, semua prajurit yang gugur adalah patriot terbaik penjaga kedaulatan bangsa. "Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa, patriot terbaik penjaga kedaulatan negara. Bagi segenap anggota keluarga semoga diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan," tandas Jokowi

Penyebab KRI Nanggala Tenggelam

Kapal selam yang berada di bawah kendali Satuan Kapal Selam (Satsel) Komando Armada RI Kawasan Timur TNI AL tenggelam sejak, Rabu (21/4) dini hari, dan sudah ditemukan di laut Bali pada kedalaman 838 meter. Seluruh awak kapal selam tersebut dinyatakan telah gugur. Tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian dari kapal selam kedua kelas Cakra tersebut.

Asrena Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksda Muhammad Ali menyebut tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 diduga karena adanya faktor alam. Menurut dia, saat kapal selam menyelam, yang paling berpengaruh adalah faktor arus bawah laut yang berbeda tergantung kondisinya.

Sehingga awak kapal selam sebelum beroperasi, akan terlebih dulu melihat panduan untuk menyampaikan kondisi daerah, seperti faktor oseanografi maupun hidrografi.

Faktor alam ini juga ada yang dinamakan internal solitary wave, yang berdasarkan informasi dari beberapa pakar dan ahli oseanografi, itu ada arus bawah laut yang cukup kuat yang bisa menarik secara vertikal. Jadi jatuhnya kapal ke bawah lebih cepat dari umumnya dan ini yang harus diwaspadai," ujar Ali dalam keterangannya.

Senada dengan hal tersebut, Danseskoal Iwan Isnurwanto, mengatakan bahwa di Perairan Utara Bali menurut satelit Himawari-8 milik Jepang dan Satelit Sentinel milik Eropa, pada tanggal 21 April atau tanggal 20 UTC, terjadi internal wave. Arahnya bergerak dari bawah ke utara.

"Kalau kita terkena Internal Wave, maka itu adalah kehendak alam tentunya para prajurit tidak bisa melakukan peran kedaruratan walaupun mereka sudah siap berada di pos tempurnya masing-masing," jelas Iwan.

Sejak dikabarkan kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4), pihak TNI Angkatan Laut (TNI) langsung meminta bantuan dengan mengirimkan distres international submarine escape and rescue leaison office (ISMERLO). Beberapa negara tetangga pun langsung menerjunkan bantuannya dengan mengirimkan kapal untuk membantu pencarian Nanggala-402.

Sedangkan upaya pengangkatan KRI Nanggala-402 yang tenggelam di Perairan Bali, resmi berakhir pada 2 Juni 2021. Hal ini ditandai dengan berakhirnya operasi salvage yang dilakukan TNI AL bersama Angkatan Laut China (PLA Navy), yang berlangsung sejak sebulan yang lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini