Share

Bareskrim Kejar 1 Tersangka Kasus Penipuan Suntik Modal Alkes Rp1,3 Triliun

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 20 Desember 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 337 2519759 bareskrim-kejar-1-tersangka-kasus-penipuan-suntik-modal-alkes-rp1-3-triliun-i7kcYNF6mG.jpg Bareskrim Polri kejar 1 tersangka kasus penipuan investasi dengan kerugian hingga Rp1,3 triliun. (Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri masih memburu satu dari tiga tersangka kasus dugaan penipuan investasi terkait program suntik modal (sunmod) alat kesehatan (alkes) yang ditaksir merugikan korban senilai Rp1,3 triliun.

"Satu lagi DR belum tertangkap. Dia masih lari, masih kabur," kata Kasubdit V Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Ma'mun saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (20/12/2021).

Menurutnya, pihaknya sudah melacak keberadaan DR. Meski begitu, penyidik kesulitan menangkap karena tersangka tersebut terus melarikan diri.

"Dia masih pindah-pindah terus, masih melarikan dirilah putar-putar terus, ke mana-mana. Doain saja biar segera ketangkap ya," ujar Ma'mun.

Sebelumnya, dalam kasus ini polisi telah menangkap dua tersangka berinisial V dan B. V diringkus pada Jumat, 17 Desember 2021 dan B pada Sabtu, 18 Desember 2021. Namun, petugas belum membeberkan peran keduanya dalam kasus ini. 

Baca Juga : Kasus Penipuan Investasi Suntik Modal Alkes Rp 1,3 Triliun, Polisi Periksa 29 Korban

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan, Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Kemudian, Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Untuk diketahui, para korban yang merasa dirugikan pada Selasa 14 Januari 2021, menggeruduk Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka melaporkan sejumlah pihak yang dianggap melakukan penipuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini