Share

Kelakar Hoegeng: Bukan Menteri Iuran Negara tapi Menteri Sayuran Negara

Fay Cilla, Okezone · Senin 20 Desember 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 19 337 2519476 kelakar-hoegeng-bukan-menteri-iuran-negara-tapi-menteri-sayuran-negara-HK3ehni0wp.jpg Hoegeng (Foto: istimewa)

JAKARTA - Hoegeng Imam Santoso merupakan tokoh yang terkenal dengan kejujuran dan kedisplinannya. Bahkan, mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid Gus Dur sempat melontarkan humornya bahwa hanya ada tiga polisi jujur di negara ini, pertama polisi tidur, kedua patung polisi, dan Hoegeng.

Humor Gus Dur itu bahkan masih kerap terdengar hingga saat ini lantaran sulitnya menemui sosok yang jujur seperti Hoegeng.

Hoegeng sempat menjadi Kapolri ke-5 selain itu dirinya juga sempat ditunjuk sebagai Menteri Iuran Negara oleh Presiden Soekarno pada masa Kabinet Dwikora pada tahun 1964 dan Kabinet Dwikora II pada tahun 1966.

Hal yang lucu terjadi saat ia menjabat kembali sebagai Menetri Iuran Negara yang kedua kalinya. Karena jabatannya tersebut, sepupu Hoegeng, Moehirman yang tinggal di sebelah rumah Dharto yang merupakan orang kepercayaan Hoegeng sempat melontarkan guyonan terhadap kerabatnya itu.

Baca juga:ย Kala Hoegeng Dua Kali Jabat Menteri Iuran Negara

Moehriman mengatakan bahwa sekarang Hoegeng sudah tidak lagi membawa buku besar untuk mencatat seluruh kegiatannya dan siapa-siapa saja yang akan ditemuinya, tetapi justru sebaliknya Hoegeng akan selalu membawa buku kecil.

Buku kecil tersebut berfungsi untuk mencatat setiap iuran atau pendapatan ke kas negara.

Baca juga:ย Hoegeng Diangkat Soekarno Jadi Menteri Iuran Negara Atas Usul Sultan Hamengku Buwono IX

Namun Hoegeng tak ingin kalah, dengan berkelakar juga, Hoegeng menjawab โ€œWong Hoegeng ini bukan Menteri Iuran Negara, tetapi Menteri Sayuran Negara. Jadi Hoegeng tetap membawa buku besar,โ€ kelakar Hoegeng dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono.

Sebagai Menteri Iuran Negara, Hoegeng juga tidak mengambil kesempatan untuk memperkaya dirinya di tengah situasi negara yang sedang morat-marit saat itu. Sikap khasnya itu membuat ia dan keluarganya tetap bersahaja.

Baca juga:ย Ketika Hoegeng Dituding Anti-China Berujung Dipanggil Presiden Soekarno

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini