Share

Kisah Anjing Temukan Jenazah Ibu dan Anak Berpelukan Usai Erupsi Gunung Semeru

Solopos.com, · Sabtu 18 Desember 2021 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 337 2518919 kisah-anjing-temukan-jenazah-ibu-dan-anak-berpelukan-usai-erupsi-gunung-semeru-qEq25lojUY.jpg Gunung Semeru meletus (Foto: Okezone)

LUMAJANG - Anjing bernama Nemo dilaporkan telah 12 hari berada di area terdampak erupsi Gunung Semeru. Kisah seekor anjing mix herder yang setia menunggu kedatangan tuannya ini menarik perhatian. Anjing itu berada di Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang Pronojiwo, Lumajang Jawa Timur.

Nemo bertahan di perkampungan itu diduga karena menunggu pemiliknya. Dia selama 12 hari itu berkeliling ke sudut-sudut perkampungan yang berada di zona merah.

Hal itu dikatakan Founder Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale. Keberadaan Nemo sendiri diketahuinya dari relawan Tim Sat Baret Nasdem saat proses pencarian korban erupsi.

 Baca juga: BNPB: 48 Meninggal, 10.571 Warga Mengungsi Imbas Erupsi Gunung Semeru

“Nemo ini diduga sedang menunggu tuannya seorang pemilik kebun dan biasanya Nemo yang menjaga kebun itu. Dia menunggu di sekitar Curah Kobokan. Dan tidak beranjak pergi dari situ,” kata dia.

Selama 12 hari itu, Nemo hidup sendirian tanpa ada makanan dan minuman yang layak. “Dia biasanya makan nasi bungkus bekas relawan di sekitar situ,” ujar Christian, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: Gunung Semeru Naik Level Siaga, Warga Mulai Evakuasi Barang dari Rumah

Christian menjelaskan, saat ditemukan relawan, Nemo menunjukan sebuah isyarat untuk diikuti. Seorang relawan menangkap isyarat itu.

Akhirnya relawan mengikuti jejak Nemo. Anjing berbulu coklat itu berhenti di sebuah gundukan abu vulkanik. Dia berhenti dan mengendus gundukan tersebut. “Akhirnya karena curiga ada sesuatu. Relawan memanggil TNI dan anjing K-9 untuk digali,” kata dia.

Setelah digali penciuman Nemo ternyata kuat. Di gundukan tersebut ditemukan tiga mayat.

“Di lokasi yang ditunjukkan Nemo, ada tiga jenazah. Dan sedihnya itu ditemukan jenazah Putri, 28 tahun dan Salsa, 3 tahun sedang berpelukan. Kondisi ibunya hangus, tapi anaknya utuh,” ujarnya.

Dari tiga jenazah itu, Christian belum bisa memastikan apakah ada jenazah tuan Nemo.

“Saya belum tahu pasti terkait hal itu,” ujarnya.

Kekinian, Nemo pun berada di shelter animal yang berada di Desa Mujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

Nemo pun kini malangnya mengidap penyakit infeksi saluran pernasan akut atau ISPA.

“Kasian saat ini kena ISPA dan berada di shelter kami,” ujarnya.

Kabar terbaru, Christian menyebutkan keponakan pemilik Nemo akan mengambil Nemo. “Kabarnya keponakannya ingin mengambil Nemo karena kangen dengan pamannya,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini