Share

Peristiwa 16 Desember: Soe Hok Gie Meninggal di Puncak Mahameru

Tim Okezone, Okezone · Kamis 16 Desember 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 337 2517720 peristiwa-16-desember-soe-hok-gie-meninggal-di-puncak-mahameru-esbf1lpodN.jpg Soe Hok Gie (Foto: Repro Wikipedia)

JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 16 Desember baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya, aktivis Soe Hok Gie mengembuskan napas terakhirnya di Mahameru atau puncak Gunung Semeru, pada tanggal ini 50 tahun silam.

Berikut rangkumannya merujuk dari berbagai sumber:

1. Meninggalnya Aktivis Soe Hok Gie

Soe Hok Gie merupakan aktivis keturunan Indonesia-Tionghoa yang menentang keras kediktatoran Presiden Soeharto dan Soekarno. Ia lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942 dan meninggal di Gunung Semeru, Jawa Timur, pada 16 Desember 1969 atau di umur 26 tahun.

Baca Juga:  Peristiwa 15 Desember: Pemakaman Nelson Mandela

Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu mengembuskan napas terakhirnya di Gunung Semeru setelah keracunan gas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Ia meninggal bersama rekannya Idhan Lubis.

Soe Hok Gie dalam catatan harian yang kemudian dibukukan memang bercita-cita menaklukkan puncak Semeru atau Mahameru. Ketika cita-citanya itu tercapai, ia justru merenggang nyawa.

Gie sendiri banyak dikenang sebagai aktivis yang mengkritis lewat tulisan serta gerakan. Karya-karya tulisan Gie banyak yang dibukukan dan masih menjadi panduan bagi aktivis saat ini.

2. Revolusi Rumania

Revolusi Rumania merupakan protes sekaligus kerusuhan terbesar yang berlangaung selama seminggu pada akhir Desember 1989. Protes dan kerusuhan tersebut dilatarbelakangi penumbangan rezom komunis Nicolae Ceausescu.

Baca Juga:  Kerajaan Majapahit Pernah Luluh Lantak Diguncang Gempa dan Gunung Meletus

Rumania adalah satu-satunya negara anggota Blok Timur yang bersikeras ingin menumbangkan rezim komunisnya dengan kekerasan serta mengeksekusi pemimpinnya. Jumlah total korban tewas pada Revolusi Rumania adalah 1.104, 162 di antaranya tewas sewaktu protes yang berujung pada penurunan Nicolae Ceauşescu.

Sementara sisanya, tewas dalam pertikaian yang terjadi setelah pengambilalihan kekuasaan oleh struktur politik baru yakni Garda Penyelemat Nasional.

3. Akhir Perang Kemerdekaan Bangladesh

Perang kemerdekaan Bangladesh merupakan konflik bersenjata antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur serta India. Perang ini berakhir pada 16 Desember 1971 yang kemudian terjadi kesepakatan berdirinya negara Bangladesh.

Perang ini terjadi sejak 26 Maret hingga 16 Desember 1971. Pakistan Barat disebut melancarkan operasi militer terhadap penduduk, pelajar, dan personil bersenjata di Pakistan Timur yang menginginkan kemerdekaan.

Terdapat campur tangan India dalam perang tersebut. Dalam catatan, India disebut membantu Pakistan Timur dalam merebut kemerdekaannya. Sekira 1.426 pasukan India tewas dalam perang tersebut. Sedangkan Pakistan Barat, harus kehilangan 8.000 pasukan dalam perang tersebut.

4. Dua Pesawat Tabrakan

Dua pesawat tabrakan di langit New York, Amerika Serikat, pada 16 Desember 1960. Tabrakan antara pesawat United Airlines Douglas DC-8 dengan Super Constellation TWA Lockheed L-1049 itu menewaskan seluruh penumpang yakni 134 orang.

Pesawat pertama yakni, DC-8 asal Bandara Internasional Chicago dengan tujuan Bandara Internasional John F Kennedy mengangkut 77 penumpang 7 awak kapal dengan total jumlah keseluruhan 84. Seluruh penumpang pesawat tewas. Sementara pesawat kedua yakni, Lockheed asal Bandara Dayton, Ohio menuju Bandara LaGurdia, New York, mengangkut 39 penumpang dan 5 awak kapal.

Total, ada 44 penghuni yang tewas dalam pesawat Lockheed. Diduga, kecelakaan pesawat terjadi karena kesalahan tekhnis.

5. Pesta Teh Boston

Pesta teh Boston merupakan salah satu cara protes satire kolonialis Amerika Serikat terhadap Britania Raya (Inggris). Kolonialis Amerika harus membeli teh dari Britania Raya serta membayar pajaknya.

Protes tersebut dilakukan oleh para kolonialis Amerika dengan cara membeli teh dari Britania Raya kemudian dibuang seperti sampah ke Boston Harbour. Protes tersebut berlangsung pada 16 Desember 1773.

6. Gempa Terbesar di Amerika

Pada 16 Desember 1811, daerah New Madrid, Amerika Serikat diguncang gempa bermagnitudo 7,2 hingga 8,2. Gempa tersebut tercatat paling dahsyat sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Tidak ada satupun catatan yang mengetahui berapa jumlah pasti korban tewas akibat gempa tersebut. Namun, gempa tersebut kemungkinan besar hanya sedikit memakan korban jiwa karena letak daerahnya saat ini minim penduduk.

Gempa yang berawal pada 16 Desember tersebut terjadi secara beruntun hingga Maret 1812. Ada sekira 2.000 lebih gempa mengguncang daerah New Madrid dan Missisipi. Gempa-gempa tersebut berdampak pada kerusakan alam yang cukup parah.

7. Presiden Polandia Dibunuh

 

Presiden pertama Polandia, Gabriel Narutowicz tewas dibunuh setelah sebelumnya berhasil mendapatkan kembali kemerdekaannya. Ia ditembak mati oleh seniman, Eligiusz Niewiadomski pada 16 Desember 1922, atau tepat lima hari setelah Gabriel menjabat sebagai Presiden Polandia.

Gabriel dibunuh saat mengunjungi sebuah pameran seni di Galeri Zacheta di Warsawa dengan tiga peluru bersarang di bagian tubuhnya. Ia dibunuh oleh Eligiusz karena diduga pertentangan ideologi politik sayap kanan.

Gabriel sendiri merupakan Presiden Polandia terpilih dari sayap kiri. Namun, terpilihnya Gabriel tidak diterima oleh kubu sayap kanan. Eligiusz merupakan bagian dari sayap kanan yang kemudian divonis bersalah dan dijatuhkan hukuman mati.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini