Share

Singgung Kasus Rachel Vennya, Mahfud MD ke Saber Pungli: Masih Ada yang Curi-Curi

Indra Purnomo, MNC Portal · Rabu 15 Desember 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 337 2517470 singgung-kasus-rachel-vennya-mahfud-md-ke-saber-pungli-masih-ada-yang-curi-curi-8x3gOKQ665.jpg Mahfud MD (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Poltik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyinggung kasus selebgram Rachel Vennya yang melarikan diri dari kewajiban karantina usai kunjungan dari luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Mahfud MD dalam sambutannya pada acara Rakornas Satgas Saber Pungli di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021).

Kendati demikian, Mahfud tidak menyebut secara langsung nama Rachel Vennya. Namun dirinya menyinggung terkait detail kasus yang sama dengan kasus yang menjerat Rachel Vennya, yakni jumlah uang yang disetorkan dan adanya oknum ASN yang terlibat.

"Baru saja kita mendengar seorang artis lari, nggak ikut karantina, ditangkap oleh polisi, di pengadilan terbukti dia membayar Rp40 juta kepada petugas. Petugas ini pegawai swasta, tetapi nyetornya ke seorang ASN, nah itu pungli," ujar Mahfud.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Uang Rp40 Juta Rachel Vennya Agar Lolos Karantina Termasuk Pungli

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan masih ada oknum yang berupaya mencari celah untuk melakukan pungli meskipun saat ini sudah mulai berkurang.

"Jadi masih ada saja yang curi-curi, meskipun secara umum sudah berkali-kali saya katakan, sudah mulai atau jauh berkurang," katanya.

Baca juga: Perkuat Kerja Sama, Mahfud Bertemu Sekretaris Dewan Keamanan Rusia

Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak meminta dispensasi terkait kewajiban karantina kesehatan usai perjalanan dari luar negeri.

"Saya juga nggak minta dispensasi. Coba bayangin orang bayar untuk tidak karantina," tegasnya.

Mahfud bercerita anak dan cucunya yang baru pulang dari Belanda beberapa waktu lalu. Kemudian, dirinya menyuruh keluarganya itu untuk karantina.

"Hari ini ni anak saya dan cucu saya pulang dari Netherlands saya suruh karantina. Nggak usah nyebut, bahwa kamu anak saya, karantina. Kalau mau lebih mudah teknisnya saya suruh urus, kan teknisnya saja, tapi bayar. 10 hari juga," ungkap Mahfud.

"Padahal saya sudah ingin ketemu dengan cucu, dengan anak, dengan mantu ingin kumpul. Sudah 10 hari dulu di hotel jangan keluar, kalau nanti keluar terus ada kasus, saya yang ngasih kan kamu ke aparat," tegas dia.

Menurut Mahfud, ketaatan hukum dan aturan yang berlaku harus dimulai dari diri sendiri sebagai bentuk ketakutan pada moral keagamaan yang diyakininya. Dengan begitu, aspek lain dari pengamalan Pancasila akan diterapkan dalam kehidupan.

"Ya kita harus mulai dari kita sendiri, bukan karena sombong justru karena takut, takut pada itu tadi. Hukum sih mungkin bisa diatur, tolong deh salah-salah kecil kan bisa diindustrikan, tapi moral nggak bisa," katanya.

Baca juga: Pemerintah Kembali Ajukan RUU Perampasan Aset, Mahfud MD Harap DPR Jadikan Prioritas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini