Share

Moeldoko : Bahasa di Medsos Jauh dari Karakter Bangsa dan Nilai Luhur

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 15 Desember 2021 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 337 2517453 moeldoko-bahasa-di-medsos-jauh-dari-karakter-bangsa-dan-nilai-luhur-M6kUB3bqcO.jpeg Moeldoko (Foto: Dok KSP)

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko mengaku miris melihat bahasa yang digunakan di Media Sosial (Medsos) yang Menurutnya sudah meninggalkan karakter bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Konvensi Nasional Humas (KNH) 2021 yang digelar Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) mengusung tema β€œ Semangat Resiliensi dan Optimisme Untuk Indonesia Tumbuh ”.

β€œBahasa-bahasa di Medsos sudah jauh dari karakter bangsa yang memliki tradisi bagus dan nilai-nilai luhur. Dalam kesempatan ini saya minta insan humas berkontribusi meluruskan itu semua,” kata Moeldoko saat membuka Konvensi Nasional Humas (KNH) 2021 secara virtual, di gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (15/12/2021).

Moeldoko juga mengingatkan, agar insan humas Indonesia tidak terjebak dalam pusaran arus disinformasi, hoaks, dan fitnah. Terlebih lagi, saat ini sumber informasi datang dari berbagai penjuru, dan seringkali hadir begitu saja di tengah-tengah publik tanpa ada check anda balance.

β€œIni sebuah tantangan yang harus dihadapi teman-teman humas, bagaimana menyampaikan informasi dengan cepat tanpa meninggalkan norma dan etika,” kata Moeldoko.

Baca Juga :Β Viral! Menikah dengan Pria Lain, Wanita Ini Dapat Amplop Kondangan Tebal dari Mantan

Moeldoko juga meminta insan humas berperan aktif mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat saat menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru).

β€œAkan terjadi mobilisasi luar biasa pada Nataru, ini yang harus kita jaga bersama. Perhumas diharapkan bisa memberikan kontribusi positif agar negara kita bisa keluar dari pandemi Covid-19,” kata Moeldoko.

KNH yang digelar secara virtual ini, diharapkan bisa menjadi momentum bagi insan humas Indonesia untuk bisa membajak krisis pandemi Covid-19, dengan merubah pola kerja lama dan berinovasi memakai cara-cara baru.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini