Share

Curhat RJ Lino : Enggak Korupsi, tapi Dipenjara 4 Tahun

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 15 Desember 2021 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 337 2517184 curhat-rj-lino-enggak-korupsi-tapi-dipenjara-4-tahun-sGh47vvcNy.jpg RJ Lino (Foto : Sindo)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), Richard Joost Lino (RJ Lino) keberatan divonis empat tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan. Dia mengklaim tidak melakukan korupsi, apalagi sampai merugikan keuangan negara.

"Coba kalau orang enggak korupsi, enggak (ada) kerugian negara, dihukum empat tahun (penjara)," singkat Lino kepada wartawan usai menjalani sidang putusannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (14/12/2021), malam.

Disisi lain, Kuasa Hukum RJ Lino, Agus Dwiwarsono menyatakan, pihaknya belum akan mengambil sikap apakah akan menerima putusan majelis hakim atau mengajukan upaya hukum banding. Kata Agus, tim kuasa hukum maupun RJ Lino masih akan berunding dan berpikir-pikir dahulu untuk menentukan sikap.

"Atas putusan itu kami masih pikir pikir, masih ada waktu bagi kami sesuai peraturan perundangan untuk mendalami atas pertimbangan hukum yang disampaikan majelis hakim," beber Agus saat mendampingi RJ Lino.

Diketahui sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan terhadap RJ Lino. Lino dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan pemeliharaan tiga QCC untuk PT Pelindo II.

Baca Juga : Eks Dirut Pelindo II RJ Lino Divonis 4 Tahun Penjara

Diketahui, terjadi dissenting opinion atau perbedaan pendapat antara tiga hakim yang memutus perkara RJ Lino. Perbedaan pendapat tersebut terjadi antara Ketua Majelis Hakim Rosmina dengan dua Hakim Anggotanya, Teguh Santoso dan Agus Salim.

Di mana, Ketua Majelis Hakim Rosmina menyatakan bahwa RJ Lino tidak terbukti bersalah seperti apa yang ada dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sedangkan dua Hakim Anggota, Teguh Santoso dan Agus Salim menyatakan bahwa RJ Lino bersalah.

Teguh Santoso dan Agus Salim menyatakan bahwa RJ Lino telah terbukti melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan suatu perusahaan bernama Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) China hingga mencapai 1,9 Juta dolar AS.

RJ Lino melakukan perbuatan melawan hukum tersebut dengan cara mengintervensi pengadaan tiga unit QCC. Intervensi tersebut dilakukan bersama-sama dengan dengan Ferialdy Norlan selaku Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II dan Weng Yaogen selaku Chairman Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co. Ltd. (HDHM) pada 21 Oktober 2011.

Atas ulahnya, RJ Lino dinyatakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini