Share

Dampak Siklon Tropis Rai dan Bibit Siklon 97W di Indonesia

Komaruddin Bagja, Sindonews · Rabu 15 Desember 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 337 2517101 dampak-siklon-tropis-rai-dan-bibit-siklon-97w-di-utara-indonesia-lgnPwLrg16.jpg Siklon Rai dan bibit siklon 97w (Foto: ist)

JAKARTA - Siklon Tropis RAI di sekitar Samudera Pasifik Barat sebelah utara Papua dan Bibit Siklon 97W terbentuk di Laut China Selatan bagian selatan.

Berdasarkan pantauan Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC), analisis dinamika atmosfer terkini, Siklon Tropis RAI saat ini berada di posisi 7.4LU, 136.9BT (sekitar 960 km sebelah utara timur laut Biak) dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 50 knot (95 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya sekitar 990hPa.

"Untuk periode 24 jam ke depan, Siklon Tropis RAI masih menunjukkan eksistensinya dengan kecenderungan meningkat dan pergerakan sistem ke arah barat-baratlaut menjauhi wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, Selasa (14/12/2021).

Baca Juga: BMKG : Waspada Dampak Siklon Tropis Nyatoh dan 2 Bibit Siklon Tropis

Sementara itu Bibit Siklon 97W hari ini mulai terbentuk di sekitar Laut Cina Selatan, tepatnya di posisi 5.1LU 108.9BT dengan tekanan terendah di pusatnya mencapai 1004 mb dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya sekitar 15 knot (27 km/jam).

Perkembangan 24 jam ke depan, Bibit Siklon 97W masih cukup persisten dengan probabilitas untuk menjadi sistem siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan masih dalam kategori rendah.

Siklon Tropis RAI maupun Bibit Siklon 97W tumbuh di area tanggungjawab RSMC (Regional Specialized Meteorological Centre) Tokyo, sehingga otorisasi analisis dan penamaan sistem siklonnya akan dilakukan oleh RSMC Tokyo.

"Dalam periode 24 jam kedepan, Siklon Tropis RAI maupun Bibit Siklon 97W dapat berdampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca potensi hujan dengan intensitas sedang - lebat di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Riau, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung dan Kalimantan Barat," terangnya.

Baca Juga: Waspada! Bibit Siklon Tropis Terpantau di Aceh, Begini Potensi Dampaknya

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Potensi angin kencang di wilayah Kep. Sangihe dan Talaud, Maluku Utara, Papua Barat bagian Utara dan Papua bagian utara. Kepulauan Riau.

Tinggi Gelombang laut 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) berpotensi terjadi di Perairan Kep. Sangihe - Talaud, Laut Maluku bagian tara, Perairan utara dan timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua. Perairan Kep. Anambas, Laut Natuna dan Perairan Kep.Subi – Serasan.

Tinggi Gelombang 4.0 - 6.0 meter ( Very Rough Sea) berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara dan Perairan utara Kep.Natuna.

Untuk memperkuat informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di level daerah, UPT BMKG wilayah Propinsi secara aktif melakukan diseminasi informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

BMKG melalui Jakarta TCWC terus melakukan pemantauan perkembangan sistem siklon dan bibit siklon tersebut serta aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak.

Kemudian, menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya. Mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan.

Stakeholder terkait dapat terus mengintensifkan koordinasi dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini