Share

Haji Lulung Meninggal, Ini Penjelasan Lengkap Dokter soal Penyebab Tutup Usia

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 14 Desember 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 14 337 2516780 haji-lulung-meninggal-ini-penjelasan-lengkap-dokter-soal-penyebab-tutup-usia-r09MmfDsnO.jpg Haji Lulung meninggal dunia. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Abraham Lunggana atau Haji Lulung meninggal dunia pada Selasa (14/12/2021) di RS Jantung Harapan Kita. Penyebab Ketua DPW PPP DKI Jakarta itu tutup usia lantas diungkap pihak rumah sakit.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RS Harapan Kita, Dr Dicky Fakhri menjelaskan, Haji Lulung meninggal pukul 10.50 WIB. 

Haji Lulung datang ke RS Jantung Harapan Kita setelah mendapatkan rujukan dari RS lain yang juga berlokasi di Jakarta,

"Datang dengan keluhan kelainan jantung. Kemudian kita rawat di RS kita ini," terang Dicky Fakhri.

Pada saat perawatan, pihak RS Jantung Harapan Kita sudah membuat tim, anggotanya dari SMF salah satunya dokter Sisca yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Dokter Sisca disebutkannya bertugas di ruang ICVCU (Intensive Cardio Vascular Care Unit) yang khusus untuk kegawatdaruratan khusus jantung dan pembuluh darah.

Baca juga: Haji Lulung Meninggal Dunia, Ahok: Semoga Arwah Almarhum Diterima di Sisi Allah

"Keadaan Haji Lulung selama perawatan dari 24 November sampai sekarang 14 Desember jadi 20 hari, tiap pagi kami melakukan evaluasi dengan tim yang sudah dibuat," jelas Dicky Fakhri. 

Pihaknya memantau secara ketat keadaan Haji Lulung secara keseluruhan. Kondisi pompa jantung Haji Lulung kurang baik.

"Kita atasi dengan segala macam obat-obatan yang kita punya yang ada di RS ini dan yang tidak ada kita carikan, salah satunya dengan alat," ucap Dicky Fakhri.

Namun dalam perkembangannya, kondisi Haji Lulung kerap naik dan turun. "Naik itu maksudnya mencapai normal tidak, tapi ada keadaan sedikit membaik, tapi ada juga keadaan menurun," jelas Dicky Fakhri.

"Yang sangat menganggu adalah irama jantung nya, kita coba atasi dengan obat-obatan yang kita berikan tapi sangat sulit untuk mengendalikan," sambungnya.

Pihak medis berupaya melakukan tindakan untuk mencari penyebab irama jantung tidak stabil, namun kondisi Haji Lulung makin memburu.

"Sembuh bisa 4 hari, tapi nanti timbul lagi. Sehingga tim memutuskan sesuatu, dengan inform concern yang baik terhadap keluarga untuk mencari sumber gangguan iramanya itu yang kita lakukan. Tapi dalam perjalanannya, sumber kelainannya ketemu, tapi pompa jantungnya semakin lama semakin tidak baik, sehingga keadaannya pada Pukul 10.50 WIB beliau dipanggil Yang Maha Kuasa," pungkas Dicky Fakhri. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini