Share

Satgas Covid-19: Testing dan Karantina Penting untuk Antisipasi Varian Omicron

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 13 Desember 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 337 2516475 satgas-covid-19-testing-dan-karantina-penting-untuk-antisipasi-varian-omicron-nhWGQziv13.jpg Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa testing dan karantina merupakan hal yang penting sebagai bentuk antisipasi masuknya varian omicron.

Ia juga memastikan bahwa belum ada laporan masuknya varian omicron di Indonesia. "Apa yang dilakukan sekarang oleh pemerintah dalam rangka memastikan testingnya ketat, entry dan exit test PCR, kemudian karantinanya dilakukan dengan baik, agar omicronnya tidak masuk. Maka dari itu testing itu penting, karantina itu penting. Terutama di masa-masa seperti ini," kata Wiku di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/12/2021).

"Sampai dengan sekarang belum ada laporan adanya omicron masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Wiku pun mengimbau agar masyarakat mengendalikan diri terutama dalam hal mobilitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Hal itu tak lain agar kapasitas memadai untuk menampung dengan baik.

"Baik untuk yang disupport pemerintah, maupun yang mandiri. Karena yang mandiri juga akan di hotel, dan jumlah hotelnya bisa terbatas juga kalau tidak dikendalikan," ujarnya.

Baca juga: Menko Luhut: Berlibur di Dalam Negeri Saja, Kita Tidak Ingin Ada Omicron

Wiku membeberkan bahwa lonjakan kasus terjadi akibat tiga faktor mobilitas meningkat, protokol kesehatan yang tidak ketat, dan ketiga adanya varian baru. Oleh sebab itu perlu adanya pengetatan pada saat seperti ini.

Baca juga: Menlu: Omicron Terdeteksi di Lebih dari 70 Negara

"Jadi kalau kita ingin mencegah jangan sampai terjadi lonjakan kasus di nataru ini, yang jelas sekarang kita sudah punya varian baru di dunia, belum masuk Indonesia. Ancamannya untuk meledak itu potensinya ada. Maka dari itu kita harus ketat di masa-masa ini. Kita juga baru saja tahu ada omicron itu," tuturnya.

"Dan mobilitas yang masih dalam kendali kita, harus betul-betul dikendalikan oleh masyarakat, dan protokol kesehatan jangan pernah ditinggalkan. Kalau tiga-tiganya bisa dikendalikan, mungkin ini pertama kali kita bisa lulus ujian setelah event libur panjang tidak ada kenaikan kasus. Karena setiap kali kenaikan kasus itu adalah korban nuawa, kita nggak bisa mentoleransi korban nyawa," tutupnya.

Sebagai informasi, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Prof Wiku meninjau fasilitas Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara. Kemudian RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat sebagai bentuk antisipasi pemerintah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 menjelang libur natal dan tahun baru 2022.

Baca juga: 6 Fakta Varian Omicron Terbaru dari WHO

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini