Share

Seramnya Inggit Kala Dibakar Cemburu oleh Soekarno, Piring dan Barang-Barang Berterbangan

Tim Okezone, Okezone · Senin 13 Desember 2021 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 337 2516401 seramnya-inggit-kala-dibakar-cemburu-oleh-soekarno-piring-dan-barang-barang-berterbangan-l00VSqZCHU.jpg Inggit Ganarsih dan Soekarno. (Foto: Istimewa)

KISAH cinta Soekarno seperti tak ada habisnya untuk dibahas. Salah satu yang berakhir getir adalah hubungannya dengan Inggit Garnasih. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi ketika Soekarno kepincut dengan Fatmawati.

Roso Daras penulis buku "Sukarno Sejarah yang Tercecer." Mengisahkan, Inggit adalah wanita yang mendampingi Bung Karno saat berjuang sebelum kemerdekaan. Inggit rela berkorban demi perjuangan Bung Karno.

"Dari sisi pergerakan, wanita yang selusin lebih tua usianya dari Bung Karno ini, sangat fantastis. Ia tidak saja rela mengeluarkan hartanya buat pergerakan, tetapi ia juga rela berjualan jamu yang hasilnya disumbangkan bagi pergerakan. Bahkan, Inggit dengan lihainya menyelundupkan sandi-sandi intelijen melalui telur, Alquran, dll saat Bung Karno mendekam di penjara," ujar Roso Daras.

Bung Karno saat itu adlaah anak kos dan Inggit adalah ibu kosnya di Bandung. Gejolak darah muda Sukarno, berpadu dengan ibu kos yang kesepian, mengalirkan getar cinta. Klimaksnya berujung pada langkah Sukarno mengembalikan Utari, putri HOS Cokroaminoto yang dinikahinya secara “nikah gantung”.

Baca juga: 2 Wanita Cantik yang Menolak Cinta Bung Karno, Salah Satunya Pramugari

Gayung bersambut, Inggit mengajukan permintaan cerai dari suaminya yang dikenal lebih gemar beraktivitas di luar rumah daripada diam di rumah.

Sejarah kemudian mencatat, di Bengkulu, hati Sukarno tertambat pada gadis belia bernama Fatmawati. Itu adalah tahun-tahun 1940-an, menjelang akhir pendudukan Belanda, dan dimulainya pendudukan Jepang.

Di tengah himpitan persoalan kebangsaan, Bung Karno juga dihimpit pertengkaran dengan Inggit yang mulai mencium adanya gelagat suaminya mencintai Fatma. Pertengkaran demi pertengkaran itu bahkan dibawa sampai ke Jakarta tahun 1943. Bahkan Bung Karno pernah bercerita, saat suatu malam pulang larut begitu pulang disambut dingin Inggit, dan berlanjut ke pertengkaran.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Dikisahkan, jika sudah marah karena dibakar cemburu, Inggit bisa menerbangkan barang-barang apa saja yang ada di dekatnya, khususnya barang-barang yang sering kita liat di atas meja makan. Terbayanglah suara piring terbang dan benda-benda terbang lainnya," ungkap Roso.

Ketika keduanya menyepakati perpisahan, Bung Karno masih sempat mengantarnya ke dokter gigi pagi hari, dan mengantarnya ke Bandung dan membawakan barang-barang Inggit tanpa kecuali.

"Itulah akhir perpisahan keduanya. Setelah itu, tak lama berselang, Bung Karno melamar dan melangsungkan pernikahan “telegram” dengan Fatmawati, beberapa saat menjelang Indonesia merdeka," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini