Share

Oknum Polisi yang Hamili Istri Tahanan Jalani Sidang Disiplin

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 13 Desember 2021 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 337 2516291 oknum-polisi-yang-hamili-istri-tahanan-jalani-sidang-disiplin-pCy2ewwiwu.jpg Foto: Istimewa

PALEMBANG - Bripka IS (39) menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumatera Selatan. Pasalnya, anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Lahat meniduri IN (20), istri seorang tahanan kasus narkoba hingga hamil.

Bintara bertugas di Satreskrim Polres Lahat itu sebelumnya dilaporkan ke Propam Polda Sumsel karena diduga meniduri IN (20), istri tahanan kasus narkoba hingga hamil.

Dari pantauan, tampak IN yang didampingi kuasa hukumnya, Feodor Novikov Denny juga hadir pada sidang disiplin tersebut untuk memberikan kesaksian.

"Hari ini kami hadir untuk menemani istri klien kami dalam memberikan kesaksian pada sidang disiplin di Propam Polda Sumsel dengan terlapor Bripka IS," ujar Feodor saat ditemui di Propam Polda Sumsel, Senin (13/12/2021).

Selain kuasa hukumnya, kehadiran IN di persidangan Propam Polda Sumsel tersebut juga tampak ditemani oleh sejumlah anggota keluarganya. IN sendiri memilih menjauh dari awak media dan enggan memberi komentar apapun.

Baca juga: Penangkapan Pengeroyok Anggota Polisi di Pondok Indah Berkat Rekaman CCTV

Sekira pukul 11.50 WIB, IN dipersilakan masuk ke ruang sidang dengan didampingi oleh ayahnya. Sedangkan tim pengacara diminta menunggu di depan ruang sidang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bripka IS sebagai terlapor juga telah berada di ruang sidang. "Nanti kita lihat seperti apa hasil sidang ini," lanjut Feodor.

Diberitakan sebelumnya, Bripka IS yang bertugas di Satreskrim Polres Lahat dilaporkan ke Propam Polda Sumsel karena diduga meniduri istri tahanan kasus narkoba hingga hamil.

Bripka IS dilaporkan telah melakukan hubungan terlarang dengan IN yang merupakan istri FP (59) tahanan kasus narkoba di Lapas Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumsel.

Peristiwa ini dilaporkan FP ke Propam Polda Sumsel karena berharap Bripka IS mendapat sanksi tegas atas perbuatannya.

Berdasarkan pengakuan IN, tambah Feodor, tindakan tidak terpuji tersebut dilakukan di bawah tekanan yakni dengan mengancam akan memindahkan penahanan suaminya ke Nusa Kambangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini