Share

Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Oknum Staf DPR Ini Divonis Bersalah Tanpa Dipenjara

Carlos Roy Fajarta, · Senin 13 Desember 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 337 2516130 kasus-rachel-vennya-kabur-dari-karantina-oknum-staf-dpr-ini-divonis-bersalah-tanpa-dipenjara-uOyWPQwDiD.jpg Rachel Vennya. (Foto: Instagram akun Rachel Vennya)

JAKARTA - Seorang oknum staf DPR Ovelina Pratiwi terlibat dalam pelanggaran kekarantinaan protokol kesehatan Covid-19 Rachel Vennya, Salim Nauderer dan Maulida. Mereka kabur dari karantina Covid-19 dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

Dari situs SIPP PN Tangerang yang diakses pada Senin (13/12/2021) diketahui Ovelina merupakan pegawai di bagian acara Setjen DPR RI. Ia dinyatakan bersalah dan divonis 4 bulan penjara. Namun hukuman penjara tersebut tidak perlu dijalani alias hukuman percobaan.

Baca juga: Rachel Vennya Akui Berfoto di Wisma Atlet untuk Tutupi Kebohongannya


Baca juga: Rachel Vennya Divonis Bersalah, Tidak Masuk Penjara dan Ini Hukumannya

Dalam nomor perkara 20/Pid.S/2021/PN Tng yang tanggal register tercatat 10 Desember 2021 dengan status perkara pemberitahuan putusan disebutkan putusan terhadap Ovelina Pratiwi Binti Achmad Taufik yakni Pidana Penjara Waktu Tertentu (4 bulan), Subsider Kurungan (1 bulan), dan Pidana Denda Rp 20 juta.

Berikut bunyi amar putusan hakim.

Menyatakan Terdakwa Ovelina Pratiwi Binti Achmad, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana 'Tanpa hak atau melawan hukum Dengan sengaja memberi bantuan yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan Kesehatan Masyarakat'

 

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Ovelina Pratiwi Binti Achmad, oleh karena itu dengan pidana penjara selama : 4 (empat) bulan dengan ketentuan bahwa hukuman tersebut tidak perlu dijalani kecuali apabila dikemudian hari dengan putusan Hakim diberikan perintah lain atas alasan Terpidana sebelum waktu percobaan selama 8 (delapan) bulan berakhir telah bersalah melakukan sesuatu tindak pidana dengan syarat dalam masa percobaan; Menjatuhkan pidana denda kepada Terdakwa OVELINA PRATIWI BINTI ACHMAD, sejumlah Rp.20.000.000,-(Dua puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.

 

Terkait status pekerjaan Ovelina Pratiwi diketahui dari barang bukti yang disebutkan dalam vonis majelis hakim di situs tersebut.

Barang bukti tersebut diantaranya yakni:

1 (satu) lembar Asli Berita Acara Negosiasi Honorarium Pegawai Kontrak Bagian Acara Setjen DPR RI Nomor : PT/BA/14/PPNASN/SETJEN DPR RI/ XII/2020, tanggal 28 Desember 2020. A.n. OVELINA PRATIWI.

1 (satu) lembar Asli Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : PT/SPMK/14/PPNASN/SETJEN DPR RI/ XII/2020, tanggal 30 Desember 2020. A.n. OVELINA PRATIWI

8 (delapan) lembar Asli Surat Perjanjian Kerja Tenaga Kontrak Protokol Nomor : PT/SPK/14/PPNASN/SETJEN DPR RI/I/2021, tanggal 4 Januari 2021. a.n. OVELINA PRATIWI.

1 (satu) lembar Print Out Schedule PTT Protokol DPR RI Bandara Soekarno-Hatta bulan September 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini