Share

Air Mata Prabowo Tumpah Lihat Prajuritnya Sekarat Terkena Ranjau

Mohammad Adrianto S, Okezone · Jum'at 10 Desember 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 337 2514898 air-mata-prabowo-tumpah-lihat-prajuritnya-sekarat-terkena-ranjau-1fv1KoGceu.jpg Dok Kopassus

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo merupakan sosok malang melintang di militer. Dirinya merupakan perwira TNI kenyang pengalaman dan pernah turun di berbagai operasi.

(Baca juga: Kisah Prabowo Tidur Sambil Jalan saat di Pasukan Baret Merah Kopassus)

Salah satunya adalah dalam Operasi Seroja di Timor Timur yang bertujuan untuk menyatukan wilayah tersebut ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam operasi tersebut, Suryo Prabowo memiliki banyak kenangan, yang dia tuangkan dalam bukunya berjudul "Si Bengal Jadi Jenderal". Kala itu, dirinya berperang melawan Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin).

ist

(Baca juga: Tribuana Kopassus, Kolam Renang Terdalam di Asia Tenggara Tempat Latihan Pasukan Katak Baret Merah)

Dirinya memimpin peletonnya untuk membersihkan lapangan ranjau musuh bersama Peleton Zeni Tempur (Tonzipur) di celah Lariguto, Ossu, Timor Timur.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara ledakan yang datang entah dari mana. Dengan sigap Suryo Prabowo beserta pasukannya bertiarap dan membeku, tidak bergerak sama sekali.

Setelah situasi terbilang aman, pasukan menemukan enam pasukan, beserta sang pimpinan Kopral Amin, tewas dihantam ranjau lawan. Tubuh mereka ditemukan dalam keadaan hancur penuh darah.

"Tarik prajuritmu dan evakuasi korban,” perintah Suryo Prabowo kepada Dantonzipur di sebelahnya yang terlihat syok. Mereka lantas melakukan perintah atasannya tersebut.

Kopral Amin merasa bersalah karena membuat bawahannya tewas. “Maaf, Ndan. Saya lengah,” ucap Kopral Amin, yang saat itu tengah sekarat kepada Suryo Prabowo.

Anak buahnya yang merupakan Abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1976 mengorbankan diri mereka agar Kopral Amin tidak tewas terkena ranjau.

Suryo Prabowo berusaha menenangkan Kopral Amin yang saat itu terlihat merasa bersalah. Sudah jangan pikirkan yang tidak-tidak. Berdoa ya Pak, agar semua ini cepat berlalu dan selesai,” kata Suryo Prabowo.

"Saya paham sekali, Komandan. Dan mohon dapat dilakukan dengan cepat. Tolong sampaikan kepada istri dan anakku bahwa saya gagal dalam tugas tetapi saya bukan pengecut,” balas Kopral Amin ke Suryo Prabowo.

Suryo Prabowo mencabut pistolnya, dengan tujuan mengakhiri hidup Kopral Amin. Tindakan tersebut awalnya sempat mendapat reaksi keras dari anak buahnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Kalian sadis, tahu tidak sekarang sudah menjelang gelap. Tidak mungkin ada helikopter yang mau mengevakuasi Kopral Amin. Sementara perjalanan kita ke kendaraan yang membawa kita tadi lebih dari dua jam. Dari sana ke Rumah Sakit di Vila Salazar, Baucau perjalanan lebih dari lima jam. Tega kamu “menyiksa” teman mu yang sekarat?” ujar Suryo Prabowo berlinang air mata.

Setelah mendengar pernyataan Suryo Prabowo, tidak ada lagi dari mereka yang menentang keinginan atasannya untuk "membantu" rekannya itu. Suryo Prabowo meminta prajuritnya untuk mencari apa saja yang bisa menyelimuti sisa tubuh Kopral Amin yang berada di pundaknya.

Aksi Suryo Prabowo menuai pujian dari sejumlah kalangan. Salah satunya berasal dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yang memujinya dalam bukunya berjudul "Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto”.

”Yang saya lihat dari sejak Letnan, Kapten, Mayor, dia terus berada di daerah operasi. Sampai dengan jadi Brigjen pun, sebagai Wakil Gubernur di Timor Timur, sebagai Wadanrem Timor Timur, beliau ada di lapangan di saat genting. Beliau merupakan Perwira Tinggi dari TNI yang meninggalkan Timor Timur. Beliau membawa Bendera Merah Putih yang terakhir diturunkan di daerah Timor Timur,” ujar mantan Danjen Kopassus tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini