Share

Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Butuh Kasur hingga Selimut

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 23:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514730 pengungsi-erupsi-gunung-semeru-butuh-kasur-hingga-selimut-i3YgmQV0L2.jpg Pengungsi Gunung Semeru. (Foto : MNC Portal/Avirista Midaada)

LUMAJANG - Manajemen distribusi bantuan tampaknya menjadi pekerjaan rumah bagi tim tanggap darurat, hingga hari keenam pascaerupsi Gunung Semeru. Bantuan dari sejumlah elemen masyarakat memang berdatangan, tetapi belum sepenuhnya dapat tersalurkan karena harus melalui proses inventarisasi dan pendataan.

Dari pantauan MNC Portal, pada Kamis (9/12/2021) malam, sejumlah pengungsi di pos pengungsian SDN Supiturang 4 terlihat tidur dengan beralaskan tikar. Beberapa di antara mereka tampak ada yang tak menggunakan selimut, kendati udara malam cukup dingin.

Total ada 452 warga yang mengungsi di Pos [engungsian di SDN Supiturang 4 hingga Kamis pukul 20.00 WIB. Mereka mayoritas berasal dari Dusun Umbulan dengan 199 jiwa, Dusun Sumbersari dengan 130 jiwa, Dusun Gumukmas dengan 66 jiwa, Dusun Supiturang dengan 36 jiwa.

Kemudian Dusun Kamar A dengan 16 jiwa, Dusun Binangun dengan 3 orang, dan Dusun Oro-Oro Ombo dengan 2 orang. Mereka menempati setidaknya lima ruangan kelas yang disulap menjadi area tidur para pengungsi.

Warga Dusun Sumbersari, Irwanto mengaku masih belum mendapat kebutuhan bantuan yang cukup. Ia mengakui, beberapa kebutuhan seperti selimut, kasur, hingga peralatan mandi masih kurang.

"Yang dibutuhkan itu kayak selimut, kasur, peralatan mandi untuk di pengungsian masih kurang. Kalau untuk makanan, obat-obatan, kebutuhan bahan pokok sudah cukup," ujar warga RT 11 RW 4 Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Pronojiwo ini.

Baca Juga : BPBD Pastikan Kebutuhan Logistik Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru Tercukupi

Ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke SDN Supiturang 4 karena rumah yang dimilikinya sudah tak bisa lagi ditinggali akibat tertimbun material erupsi Gunung Semeru.

"Ini ngungsi di SDN Supiturang 4, di RT sini ada total 84 KK (Kepala Keluarga) yang ngungsi. Semuanya ngungsi rumahnya rusak parah," ungkapnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara itu Koordinator tim kesehatan posko pengungsian di SDN Supiturang 4 Amin menyatakan, dari 452 jiwa yang mengungsi dari 7 dusun, ada 23 orang yang mengeluhkan demam dan flu.

"Mayoritas mengalami batuk pilek, karena memang cuacanya dingin," katanya, pria yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang ini.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengakui pihaknya masih terus berupaya mendistribusikan bantuan-bantuan dari masyarakat yang berdatangan. Namun pihaknya telah menginstruksikan kecamatan dan desa mengawal pendistribusian bantuan ke warga - warganya yang terdampak.

"Sekarang ini logistik cukup untuk dalam waktu 15 hari. Kita ini mengharap dengan segala hormat, sudahlah ini banyak posko. Di sana ada posko desa, di sini ada posko teman-teman, mereka punya kendaraan untuk angkut ke sana. Nah, kalau untuk pembagian untuk angkut ke sananya sesuai posko masing-masing kan bagus. Kalau semua ke sana satu pikap yang ke sana 10 orang ya itu yang membuat semuanya rusak, ruwet yang membuat ruwet," terang Cak Thoriq, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10-11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Hingga Kamis sore 9 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 43 warga meninggal dunia. Selain itu sebanyak 104 orang terluka, rinciannya 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini