Share

3 Karakteristik Gunung yang Berbahaya saat Meletus, Semeru Salah Satunya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 10 Desember 2021 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514674 3-karakteristik-gunung-yang-berbahaya-saat-meletus-semeru-salah-satunya-A7a0AGwiXO.jpg Gunung Semeru (Foto: Instagram/@explore.semeru)

GUNUNG berapi yang masih aktif di Bumi Pertiwi bisa kapan saja mengalami letusan. Umumnya, gunung-gunung tersebut memiliki karakteristik saat memuntahkan isi perutnya. Berikut adalah karakteristik 3 gunung berapi saat meletus.

1. Gunung Merapi

Merapi masuk ke dalam tipe vulkanian lemah. Ciri khasnya adalah terdapat peranan kubah lava di setiap erupsinya. Gunung ini pernah mengalami letusan atau erupsi hebat di tahun 2010. Ratusan orang dikabarkan tewas, termasuk sang juru kunci, Mbah Maridjan. Kala itu, kolom awan panas atau wedhus gembel yang terlihat mencapai ketinggian 4 km, dengan semburan yang mengarah ke segala sisi. Awan panas adalah sebuah karakteristik untuk tipe letusan Gunung Merapi.

Berlandaskan informasi yang terdapat dalam laman resmi Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, awan panas umumnya terbagi atas 2 jenis, yakni awan panas guguran dan awan panas letusan. Namun, awan panas yang terdapat di Merapi umumnya adalah awan panas guguran. Awan panas yang menyeruak saat erupsi Merapi 2010 tak pelak membuat sekitar 2.447 rumah warga rusak berat dan 6.472 rumah mengalami rusak ringan, seperti diinformasikan dalam hasil riset geologi pertambangan berjudul ‘Sejarah Letusan Gunung Merapi Berdasarkan Fasies Gunung Api di Derah Aliran Sungai Bedog, Daerah Istimewa Yogyakarta’.

 

Baca Juga : Satu Dusun Rusak Parah Terdampak Erupsi Semeru, Warga Minta Segera Direlokasi

2. Gunung Semeru

Karakteristik erupsi berupa awan panas juga dimiliki Gunung Semeru. Namun, awan panas gugurannya terjadi kurang lebih 3 kali. Melansir Okezone, luncuran awan panas Semeru yang pertama kali berlangsung tidak dapat dideteksi karena tertutup kabut. Akan tetapi, luncuran awan panas kedua dan ketiga bisa dengan mudah terlihat dengan prediksi ketinggian mencapai 2 km.

Secara umum, tipe letusan Semeru terdiri dari 2 macam, yakni vulkanian dan strombolian. Ciri khas dari vulkanian adalah letusan eksplosif yang mengeluarkan material dari dalam magma. Material tersebut merupakan bongkahan batu-batu besar yang ada di sekitar kawah. Sementara itu, strombolian adalah tipe letusan gunung api dengan daya rendah.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

3. Gunung Slamet

Mengutip tulisan ‘Kajian Geologi dan Karakteristik Erupsi Gunung Slamet, Jawa Tengah’, Gunung Slamet memiliki karakteristik erupsi yang bersifat eksplosif lemah dan efusif, yang berarti adanya leleran lava beserta letusan abu dan skoria. Biasanya, letusan akan terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Menurut sejarah dan data dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gunung Slamet pernah mengalami erupsi pada tahun 1772, tepatnya tanggal 11-12 Agustus. Kala itu, awan panas terlihat muncul dan disertai bom vulkanik, lapili, pasir dan abu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini