Share

Kapolri Tegaskan Perekrutan 44 Eks Pegawai KPK Sesuai Aturan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514658 kapolri-tegaskan-perekrutan-44-eks-pegawai-kpk-sesuai-aturan-A5cvrWJ9WJ.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Setpres)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, perekrutan 44 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Polri sudah sesuai aturan dan prosedur yang ada.

Perekrutan 44 eks pegawai KPK ini telah dilakukan secara cermat dan berhati-hati dengan memerhatikan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang ada. Sehingga ke depan, tidak akan menimbulkan permasalahan hukum.

Baca Juga:  Kapolri Ingin Lemdiklat Jadi "Dapur" Cetak Personel Unggul yang Dicintai Masyarakat

Polri telah menyelesaikan proses pengangkatan khusus menjadi pegawai ASN di lingkungan Polri sesuai dengan prosedur dan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan.

"Polri telah melakukan koordinasi, sinergi dan harmonisasi dengan berbagai instansi terkait yaitu Kemensetneg RI, Kemenpan-RB RI, Kemenkum HAM RI, MK, MA, BKN, dan para ahli di bidang administrasi dan tata negara," kata Sigit, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Sebab itu, Sigit menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terkait dengan perekrutan 44 eks pegawai lembaga antirasuah tersebut.

"Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan yang luar biasa dalam proses pengangkatan ini sebagai wujud semangat antikorupsi," ujar Sigit.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Hoegeng, Kapolri Legendaris Ternyata Tak Pernah Bercita-cita Jadi Polisi

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Mantan Kapolda Banten ini menyebut, kehadiran 44 orang tersebut juga memperkuat organisasi Polri yang terus berkomitmen dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Semangat itu, kata Sigit, juga sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pemberantasan korupsi bukan hanya sekadar penegakan hukum. Melainkan, harus menyentuh pada hal yang bersifat fundamental untuk menyelesaikan akar permasalahan.

"Dan ini sejalan dengam arahan Bapak Presiden pada saat pelaksanaan Hakordia tadi pagi, dimana beliau sampaikan pemberantasan korupsi tidak hanya masalah penegakan hukum. Namun harus lebih menyentuh pada hal yang bersifat fundamental menyelesaikan akar-akar permasalahan. Karena itu sangat penting diperkuat divisi pencegahan dalam pemberantasan korupsi," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki 44 orang itu, Sigit optimis bahwa, kedepannya akan semakin memperkuat institusi Polri dalam rangka pemberantasan praktik korupsi di Indonesia.

"Tentunya dengan kehadiran seluruh rekan-rekan dengan rekam jejak rekan-rekan yang saya tidak ragukan lagi, saya yakin rekan-rekan akan memperkuat organisasi Polri dalam rangka melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini