BNPB Gelar Geladi Simulasi Peringatan Dini Banjir di Ngawi

Tim Okezone, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514547 bnpb-gelar-geladi-simulasi-peringatan-dini-banjir-di-ngawi-Sy97mqB4ba.jpg BNPB gelar geladi simulasi peringatan dini banjir di Ngawi (Foto: BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini Bersama dengan BPBD Ngawi melakukan gelar Geladi Simulasi Early Warning System (EWS) banjir di Kantor Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Rabu 8 Desember 2021.

Hal tersebut untuk membangun sistem terintegrasi dengan melibatkan masyarakat untuk memperkuat rantai sistem peringatan dini. Rangkaian Kegiatan ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober - Desember 2021. Kegiatan ini diawali dari kegiatan Sosialisasi, Workshop, Finalisasi hingga Geladi Simulasi EWS Banjir.

Baca Juga:  Pengungsi Erupsi Semeru Terus Bertambah, Kini 6.542 Jiwa di 121 Titik Pengungsian

Menurut Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari Kabupaten Ngawi merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/kota yang mendapatkan stimulan penguatan sistem peringatan dini banjir. Pemilihan lokasi ini, mengingat ada sejumlah titik wilayah yang rawan dan berisiko banjir.

"BNPB telah melakukan Forum Group Discussion (FGD) dengan BNPB Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam menentukan daerah yang memiliki risiko tinggi banjir di aliran Bengawan Solo sekaligus memerlukan peringatan dini," ujar Direktur Peringatan Dini, Afrial Rosya melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Afrial menambahkan, BNPB merupakan bagian dalam penguatan kontribusi pengurangan risiko bencana, dengan memberikan support berupa peralatan EWS atau sistem peringatan dini. Baca Juga: Update Erupsi Semeru: Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 43 Orang

Dalam pengoperasiannya, diperlukan sinergi dan komunikasi antar komponen struktural serta kultural yang melibatkan masyarakat. Diharapkan EWS ini bisa digunakan sebaik mungkin dan juga dapat digunakan untuk keperluan sosial masyarakat.

"Semoga alat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk untuk kepentingan sosial ekonomi masyarakat setempat," ujar Afrial.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono memberikan apresiasinya untuk BNPB yang telah memberikan dukungan untuk penguatan sistem peringatan dini bencana di Kabupaten Ngawi. Adapun sistem EWS ini bisa dimanfaatkan secara optimal dan dipelihara sebaik mungkin, juga pentingnya komitmen melibatkan masyarakat untuk tanggap bencana hingga tingkat desa.

"Jadi, sosialisasi manfaat EWS itu mempermudah dalam mitigasi bencana, sehingga percepatan penanggulangan terkait evakuasi dan seterusnya itu bisa dilaksanakan dengan baik," kata Ony.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini