Share

Guru Pesantren Perkosa Belasan Santri di Bandung, Depag Pastikan Tak Ada Izin

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 09 Desember 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514454 guru-pesantren-perkosa-belasan-santri-di-bandung-depag-pastikan-tak-ada-izin-AWk4eq6qld.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BANDUNG - Guru pesantren di Cibiru, Kota Bandung, bernama Herry Wirawan (HW) memperkosa belasan santrinya hingga beberapa dari mereka hamil hingga melahirkan. Terkait hal ini, Kementerian Agama Kota Bandung memastikan pesantren HW tak memiliki izin pendirian.

Pesantren tersebut diduga baru sebatas rumah hapalan."Izin operasional pesantren tidak ada. Tapi dia menginduk ke pesantren atau yayasan MH di Antapani. Jadi secara personal lembaga itu tidak ada," kata Kepala Depag Kota Bandung Tedi Ahmad Juanidi, Kamis (9/12/2021).

Menurut dia, berdasarkan hasil pantauan ke lapangan, tempat itu cenderung ke rumah pengkajian. Aktivitasnya lebih pada hapalan, bukan kitab kuning atau kajian lainnya seperti pesantren pada umumnya.

"Informasi yang kami dapat, santri yang ke sana memang gratis. Dananya mungkin dari bantuan. Tapi dari Kemendag tidak ada," jelas Tedi.

Baca juga: Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Cabul di Bandung Lahirkan 8 Bayi

Lebih lanjut dia mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang mencoreng citra pesantren. "Saya prihatin dengan kejadian ini. Ini oknum, dari guru guru pesantren, memang ada oknum di luar sepengetahuan kita," beber dia.

Oleh karenanya, dia mengimbau agar yayasan atau pesantren dalam merekrut guru lebih selektif. Jangan hanya dilihat dari sisi akademika tapi juga keperibadian.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kasus perbuatan cabul itu sendiri kini sudah masuk dalam tahap persidangan. Sidang perdananya telah digelar Selasa (7/12/2021) kemarin.

Perbuatan terdakwa dilakukan dalam tentang waktu 2016 hingga 2021. Dari total belasan korban yang dicabulinya, empat korban di antaranya hamil, bahkan hingga melahirkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini