Share

Jokowi Ingin Kasus TPPU Didakwa Maksimal

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 09 Desember 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514376 jokowi-ingin-kasus-tppu-didakwa-maksimal-GovTxZM8zy.jpg Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memberikan dakwaan maksimal untuk kasus tindak pidana pencucian uang. Dia mengatakan hal ini bentuk untuk memastikan sanksi pidana yang tegas bagi para pelaku TPPU.

“Saya mendorong KPK dan Kejaksaan Agung agar semaksimal mungkin menerapkan dakwaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk memastikan sanksi pidana dengan tegas. Dan yang terpenting untuk memulihkan kerugian keuangan negara,” katanya dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Kamis (9/12/2021).

Jokowi pun mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki kerjasama internasional terkait dengan pengembalian aset pidana dengan beberapa negara. Diantaranya dengan Swiss dan Rusia.

“Mereka siap membantu penelusuran, membantu pembekuan, membantu penyitaan, dan perampasan aset hasil tindak pidana di luar negeri,” tuturnya.

Baca Juga : Jokowi: Kita Butuh Perizinan Investasi Bebas Korupsi

Dengan perjanjian ini, Jokowi mengatakan bahwa buron-buron koruptor yang di luar negeri pun bisa dikejar.

“Aset yang disembunyikan oleh baik para mafia, mafia pelabuhan, mafia migas, mafia obat, mafia daging, mafia tanah bisa terus dikejar dan pelakunya bisa diadili,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa saat masyarakat menunggu hasil nyata dari pemberantasan korupsi yang dapat langsung dirasakan oleh rakyat. Hal ini tentunya melalui terwujudnya pelayanan publik yang lebih mudah dan terjangkau.

“(Lalu) pembukaan lapangan kerja baru yang lebih bertambah dan berlimpah. Serta harga kebutuhan pokok yang lebih murah,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini