Share

Lemhanas: Tingkatkan Semangat Dalam Bekerja

Tim Okezone, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 337 2514375 lemhanas-tingkatkan-semangat-dalam-bekerja-EUbZUvNdkf.jpg Lemhanas: Tingkatkan semangat dalam bekerja/ dok lemhanas

JAKARTA- Manusia memiliki potensi dalam diri masing-masing untuk mendukung pengembangan diri. Bahkan, potensi tersebut juga dimiliki oleh para penyandang disabilitas, contohnya penyandang tuna netra.

(Baca juga: Gubernur Lemhanas: Agent of Change Perkuat Wawasan kebangsaan)

Demikian diutarakan Sugiarti Rosbak, seorang professional coach dalam Seminar Motivasi bertajuk “Menggali Potensi, Menyatukan Visi, Membangun Negeri” yang diselenggarakan di Auditorium Gajah Mada Lemhannas RI.

(Baca juga: Stafsus Milenial Jokowi: Pemuda Harus Berkolaborasi Bukan Berkompetisi)

Seminar ini diikuti oleh 249 personel Lemhannas RI yang terdiri dari ASN, TNI, dan Polri. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Para Deputi, Dewan Pengarah Korpri Lemhannas RI, dan Para Pejabat Lemhannas RI.

Dia mengatakan, penyandang tuna netra tidak memiliki kemampuan untuk melihat, namun memiliki indera penciuman dan pendengaran yang tajam. Potensi tersebut digunakan oleh penyandang tuna netra untuk bertahan hidup. Namun, manusia memiliki pilihan untuk mau atau tidak mengembangkan potensi tersebut.

"Kalau ditanya memang semua orang mampu? Mampu. Setiap manusia pasti dikasih kemampuan, bahkan teman-teman disabilitas sekalipun," kata Sugiarti di Lemhannas RI, (8/12/2021)

Dikatakannya, membangun hidup sama dengan membangun rumah. Semua hal memiliki fungsi, tujuan, dan harus saling berhubungan. Manusia merupakan arsitek dalam kehidupannya sendiri, sehingga tidak ada yang dapat menentukan jalan hidup atau tujuan hidup setiap manusia, selain dirinya sendiri.

"Kalau masalah mampu dan mau sebenarnya ada dua pengaruhnya, pengaruhnya dari diri sendiri dan juga dari lingkungan. Sebenarnya kita juga punya pilihan, mau dipengaruhi oleh diri sendiri atau kita mau dipengaruhi oleh lingkungan kita," ujarnya.

Dalam Diagram Maslow, lanjut Sugiarti, ada lima hirarki kebutuhan manusia, yaitu Fisiologis, Rasa Aman, Sosial, Penghargaan, dan Aktualisasi Diri. Fisiologis adalah kemampuan paling dasar manusia yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Setelah kebutuhan fisiologis terpuaskan, maka muncullah rasa aman. Kebutuhan rasa aman meliputi rasa aman fisik dan stabilitas seperti memiliki tabungan serta punya rumah.

Kemudian muncullah kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk disayangi. Selain itu ada juga kebutuhan akan penghargaan, misalnya saat mencapai titik tertentu, manusia ingin dihargai. Selanjutnya adalah aktualisasi diri, yaitu kebutuhan manusia untuk mengembangkan diri, namun tidak semua orang sampai di titik ini.

Oleh sebab itu, Sugiarti mengingatkan untuk mulai melihat potensi dan gunakan untuk inovasi, improvisasi, dan inisiasi, karena setiap orang memiliki potensi diri untuk berkembang.

Hal senada diutarakan Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Syofyan yang berharap setiap pegawai Lemhannas RI dapat membangkitkan dan meningkatkan semangat dalam bekerja. Semangat yang tinggi dari para pegawai dapat menghadirkan ide-ide baru untuk mencapai visi Lemhannas RI, yakni mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh dan juga mewujudkan cita-cita bangsa.

"Lemhannas RI sebagai salah satu lembaga negara, memiliki tugas untuk menjaga ketahanan nasional yang tangguh dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional. Hal yang strategis ini takkan terwujud tanpa adanya para pegawai yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas tinggi," kata Wieko.

Menurut Wieko, peran ASN menjadi penting karena merupakan ujung tombak dari implementasi setiap kebijakan publik untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Korps Pegawai Republik Indonesia yang ke-50. Semoga kita semua dapat terus bersatu dan berkarya dalam rangka mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia Tumbuh," kata Wieko di akhir sambutannya.

Kegiatan seminar motivasi ini adalah menggali potensi diri pada masing-masing personel Lemhannas RI sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Selain itu juga dapat meningkatkan kinerja masing-masing personel Lemhannas RI untuk mencapai visi Lemhannas RI dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini