Share

Viral Harga Tengkleng Kemahalan, Penjual Minta Maaf dan Perbaiki Cara Jualan

Agregasi Solopos, · Rabu 08 Desember 2021 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2514071 viral-harga-tengkleng-kemahalan-penjual-minta-maaf-dan-perbaiki-cara-jualan-7HmWQ2WQXC.jpg (Foto: Solopos)

SOLO - Usai viral kritikan dari pembeli di media sosial, Harsi (55) penjual tengkleng di Solo Baru, Sukoharjo, mulai mengubah cara berjualan dan penyajian hidangan kepada pelanggannya. Diketahui, barang dagangan Bu Harsi dianggap terlalu mahal lantaran mematok harga Rp150 ribu untuk dua porsi.

Hal tersebut ia lakukan setelah mendapat edukasi dari Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Selasa 7 Desember 2021.

Harsi mengakui akibat metode berjualan yang ia terapkan sebelumnya, saat ini warungnya sepi pengunjung. Ia juga mengakui salah dan berjanji akan mengubah sistem jualannya dengan aktif berkomunikasi dengan pembeli. Dengan begitu pembeli tidak merasa tertipu dengan harga yang dipatok.

“Kemarin sempat diberi tahu kenapa kok bisa diomongin seperti ini [viral] dan pembeli tidak mau jajan di tempat saya. Memang saya kurang berkomunikasi dengan pelanggan maunya seperti apa. Jadi kadang pelanggan merasa diminta membayar tidak sesuai, karena beda dengan harga yang dipasang di depan,” ucapnya, Rabu (8/12/2021).

Bakul tengkleng di Solo Baru itu mengatakan setelah ini ia berjanji lebih memperhatikan pelayanan kepada pembeli. Selain itu, dengan bantuan Paguyuban PKL, warung miliknya akan dipasang harga baru yang lebih detail dibandingkan yang dia pasang saat ini.

“Tadi dari paguyuban, Mbak Sudarsi, juga masih menemani saya, melihat bagaimana saya melayani pembeli. Kalau ada yang kurang jelas antara saya dan pembeli saya diberi tahu yang seharusnya bagaimana,” tuturnya.

Baca Juga : Polisi dan Bhayangkari Gadungan yang Viral Akhirnya Dibebaskan

Pakai Masker dan Sarung Tangan Plastik

Terkait kebersihan, Harsi mengatakan saat ini ia selalu memakai masker dan sarung tangan plastik ketika menyajikan makanan kepada pengunjung. Ia juga meminta maaf kepada pembeli yang merasa dirugikan akibat harga yang dipatok saat membeli tengkleng di tempatnya.

“Saya minta maaf dan akan mengubah cara berjualan saya. Sekarang masih menunggu dibuatkan spanduk baru biar pembeli tahu harga masakan di tempat saya,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebagaimana diberitakan, warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, belakangan menjadi viral gara-gara review negatif yang diberikan warganet di kolom komentar Google Maps. Banyak warganet yang pernah makan di warung Harsi merasa dikepruk karenanya harganya selangit dan tak sesuai yang terpajang di bagian depan warung.

Selain itu, warganet juga menilai warung maupun cara penyajian tengkleng Harsi tidak higienis. Paguyuban PKL Solo Baru kemudian mendatangi warung Harsi dan memberinya edukasi agar memperbaiki pola berjualannya.

Bagaimana pun viralnya warung Tengkleng itu membuat PKL lain di Solo Baru khawatir akan tertanam image buruk, harga tidak wajar dan sebagainya. Paguyuban berharap Harsi mau berubah karena warung tengklengnya sudah ada sejak belasan bahkan puluhan tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini