Share

Daftar 2 Korban Pemerkosaan Takut Lapor Polisi, Ada yang Disetubuhi Bandit Berkali-kali

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 09 Desember 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2514068 daftar-2-korban-pemerkosaan-takut-lapor-polisi-ada-yang-disetubuhi-bandit-berkali-kali-3DK986ojP2.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Sindonews)

BANYAK kasus di mana para korban pemerkosaan tidak langsung melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Ada berbagai alasan menyertai mereka sehingga tidak lapor polisi, mulai dari rasa malu hingga ancaman dari pelaku.

Berikut daftar korban pemerkosaan yang tidak berani lapor polisi:

1. Desember 2021

Nasib nahas dialami seorang ibu muda berinisal Z (19). Dia beberapa kali menjadi korban pemerkosaan para bandit di tempat yang berbeda.

Baca Juga:  Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Cabul di Bandung Lahirkan 8 Bayi

Bahkan, Z harus kehilangan bayinya. Z sempat mencoba merahasiakan peristiwa ini kepada keluarganya. Namun, setelah didesak, Z yang merupakan warga Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau akhirnya mengakui telah diperkosa.

Z ketakutan dan tidak berani melapor ke polisi lantaran pelaku mengancam akan membunuh keluarganya. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito menjelaskan pihaknya sudah melakukan tindakan terhadap pelaku. Satu orang pelaku berinisial A telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

2. November 2021

 

Personel Reskrim bersama SPKT Polres Kepulauan Talaud berhasil menangkap seorang pria berinisial YM (53). YM merupakan tersangka kasus pemerkosaan.

Baca Juga:  Viral Pencabulan Bapak ke Anak Tiri, Polres Pemalang Sambangi Rumah Korban

YM dilaporkan karena diduga telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang pelajar SMP, yang juga cucunya sendiri. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Kepulauan Talaud Iptu Ricky Hermawan, laporan yang masuk ke pihak kepolisian ini dibuat oleh warga, bukan korban.

Tersangka YM berprofesi sebagai petani dan telah lebih dari 10 kali melakukan persetubuhan dengan korban, selama rentang Agustus hingga November 2021.

Diolah dari berbagai sumber Tika Vidya Utami/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini