Waspada, Banjir Rob Berpotensi Kembali Menerjang pada 18-22 Desember

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 08 Desember 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2513967 waspada-banjir-rob-berpotensi-kembali-menerjang-pada-18-22-desember-S4eY7cEf1y.jpg Banjir rob (Foto: MPI)

JAKARTA - Banjir pesisir atau banjir rob masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah Indonesia pada 18 hingga 22 Desember 2021. Banjir terjadi akibat adanya fenomena fase bulan purnama.

"Banjir pesisir berpotensi terjadi kembali pada tanggal 18 - 22 Desember 2021 akibat adanya fenomena fase bulan purnama," kata Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto melalui pesan singkatnya, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: BMKG: Banjir Rob Berpotensi Melanda Kota Besar Indonesia

Diketahui sebelumnya, banjir rob sempat melanda sejumlah wilayah pesisir Indonesia dalam beberapa hari belakangan. Salah satu daerah yang diterjang banjir rob yakni, pesisir utara Jakarta serta Manado.

Guswanto membeberkan, gelombang tinggi yang terjadi di wilayah pesisir akibat adanya peningkatan kecepatan angin. Kemudian juga, sambung dia, akibat fenomena jarak terdekat bulan ke bumi. Hal itulah yang kemudian menyebabkan air laut pasang.

"Yang menyebabkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang ada beberapa hal, antara lain terjadinya peningkatan kecepatan angin karena adanya tekanan rendah di beberapa wilayah di Indonesia," ujar Guswanto.

"Fase bulan baru dan kondisi Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi) yang berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan dan potensi banjir pesisir," imbuhnya.

Baca Juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut

BMKG mengimbau agar masyarakat yang berada di daerah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaannya. Berdasarkan hasil pemantauan Guswanto, peningkatan tinggi gelombang tersebut berdampak pada masyarakat pesisir.

"Hal ini dapat berdampak pada terganggunya kegiatan terutama pada sektor perikanan tangkap, transportasi, aktivitas, petani garam dan perikanan darat, serta bongkar muat kapal di pelabuhan," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini