Banjir Rob Manado: 113 Jiwa Terdampak

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 08 Desember 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2513791 banjir-rob-manado-113-jiwa-terdampak-ZhUhdZrMyT.jpg Banjir rob Manado (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA - Pasang surut air laut memicu terjadinya banjir rob di wilayah Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa yang terjadi pada Selasa 7 Desember 2021 pukul 18.00 WITA.

Sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak dari banjirn rob tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melaporkan tidak ada jiwa mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan banjir rob merendam 3 kelurahan di 3 kecamatan yaitu, Kelurahan Titiwungen Selatan di Kecamatan Sario, Kelurahan Karangria di Kecamatan Tuminting, dan Kelurahan Malalayang di Kecamatan Malalayang.

“Selain korban jiwa, banjir rob menyebabkan salah satu pusat perbelanjaan Mega Mall Manado terdampak diterjang ombak pasang. Beberapa kendaraan yang terparkir di pinggir kawasan tersebut terkena hempasan ombak. Selain itu, 21 unit rumah warga juga terdampak,” kata Aam dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Banjir Makassar: 1.603 Rumah Terendam dan 6.412 Jiwa Terdampak

Merespon hal tersebut, BPBD Kota Manado segera melaksanakan daerah terdampak banjir rob. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan setempat untuk melakukan pendataan warga terdampak.

Baca juga: Banjir Soppeng Sulsel: Satu Meninggal, 5.786 KK Terdampak

BNPB setempat telah menyiapkan peralatan dan perlengkapan evakuasi tanggap darurat apabila diperlukan nantinya.

Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, Selasa 7 Desember 2021 pukul 21.59 WIB, kondisi banjir rob sudah mulai berangsur surut. Hal itu seiring dengan surutnya air laut.

Menurut kajian ina RISK, Kota Manado memiliki tingkat bahaya Gelombang dan Abrasi sedang hingga tinggi. Enam kecamatan masuk ke dalam kategori tersebut dengan luas bahaya sebesar 1.245 hektar.

BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang garis pantai untuk selalu waspada dan siaga akan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat menimbulkan bahaya lanjutan seperti banjir dan banjir rob. Selanjutnya, pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan mitigasi jangan panjang dengan menanam mangrove serta tanaman lainnya di sepanjang garis pantai untuk meredam gelombang pasang.

Baca juga: Heroik! Aksi Polisi Bentuk Formasi Perisai Evakuasi Warga dari Arus Deras Banjir

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini