Share

Pakai Jilbab saat Ditangkap, Tagar Siskaeee Bukan Muslim Trending Topic di Twitter

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Rabu 08 Desember 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2513755 pakai-jilbab-saat-ditangkap-tagar-siskaeee-bukan-muslim-trending-topic-di-twitter-FXWUFqIylG.jpg Siskaeee / tangkapan layar media sosial

JAKARTA – Penangkapan Siskaeee beberapa waktu lalu yang memakai kerudung menjadi viral di Twitter. Bahkan, tagar #SiskaeeeBukanMuslim menjadi trending di Twitter yang berawal dari postingan pengguna akun @LordCondet.

(Baca juga: Siskaeee Posting Konten Pornografinya di 7 Situs, Masih Ada yang Bisa Dibuka)

“Twips, berhubung si siskaeee alias Fransisca dipakein jilbab panjang pas ditangkep polisi. gue kagak mau itu jadi fitnah terhadap Islam. Maka nyok kite ramein hestek: #SiskaeeeBukanMuslim. Karena ada bukti bahwa selama ini si Fransisca pake kalung salib. Jilbab yg difitnah,” tulis postingan tersebut, dikutip, Rabu (8/12/2021).

(Baca juga: Siskaeee Pamer Payudara dan Kelamin di Tempat Umum, Polisi: Dia Gembira, Takut, Gelisah dan Puas!)

Kasus video viral wanita yang memamerkan payudara di bandara YIA tersebut melibatkan Siskaeee , yang merupakan selebtwit dan pemilik salah satu akun onlyfans. Wanita bernama asli Fransiska tersebut dikenal dengan nama Siskaeee, ia sudah dikenal lama karena aksinya yang sering memamerkan aurat dan hal tak lazim lainnya di depan umum.

Karena aksi tak senonohnya di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Angkasa Pura I turun tangan dengan melaporkan Siskeee ke polisi. Siskae akhirnya ditangkap polisi di Stasiun Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (4/12/2021) sore.

Saat penangkapan nampak Siskaeee menggunakan masker hitam dan setelan jaket denim. Siskaee diamakan Polisi dan selanjutnya dibawa ke Yogyakarta, untuk diperiksa lebih lanjut.

Polisi telah menetapkan Siskaeee sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU No.19/2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp6 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini