Share

Hancur Akibat Erupsi Semeru, Jembatan Gladak Perak Akan Dibangun Kembali

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 08 Desember 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2513592 hancur-akibat-erupsi-semeru-jembatan-gladak-perak-akan-dibangun-kembali-yJnBdVGb9A.jpg Jembatan Gladak Perak yang hancur diterjang erupsi semeru (foto: dok Okezone)

LUMAJANG - Pembangunan Jembatan Gladak Perak bakal dilakukan usai terputus karena erupsi Gunung Semeru. Hal ini setelah koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan, sesuai keputusan dan koordinasi dengan Presiden Joko Widodo, Jembatan Gladak Perak akan dibangun pada Januari 2022 mendatang.

"Jembatan Gladak Perak yang dibangun kembali oleh Bapak Presiden tentu membangun jembatan, yang menghubungkan antara Kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang," kata Thoriqul Haq, saat konferensi pers daring, Selasa (7/12/2021).

Baca juga:  Tinjau Erupsi Semeru, Jokowi Cek Jembatan Gladak Perak yang Hancur

Cak Thoriq, sapaan akrabnya, juga menyebutkan pembangunan jembatan di jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang ini diperkirakan memakan waktu sembilan bulan.

"Jadi diestimasikan waktunya sekitar sembilan bulan, dan akan dimulai tahun depan, sekarang sudah Desember. Artinya bulan depan 2022 tidak tahun depannya lagi," tuturnya.

Baca juga:  Kapolri dan Jajaran Pantau Dampak Erupsi Gunung Semeru dengan Helikopter

Nantinya selama masa pembangunan, jembatan darurat sementara dengan jembatan gantung agar bisa dilalui kendaraan roda dua hingga kendaraan roda tiga.

"Sementara karena jembatan ini putus, akan dibangun jembatan gantung untuk akses roda dua, dan roda tigam itu nanti fungsinya untuk pendistribusian logistik yang bisa diangkut oleh roda tiga," pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore. Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Akibatnya hingga Selasa malam 7 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 34 warga meninggal dunia, sebanyak 22 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

Erupsi Gunung Semeru juga memutuskan Jalan Raya Lumajang - Malang tepatnya di Jembatan Gladak Perak, yang menjadi akses satu - satunya jalan nasional tersebut. Akibatnya satu kecamatan yakni Kecamatan Pronojiwo hanya bisa diakses dari Kabupaten Malang. Bila dari Lumajang aksesnya memutar melintasi Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, menuju Kabupaten Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini