Share

Warga Kampung Renteng Bakal Direlokasi Pasca-Erupsi Semeru

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 08 Desember 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 337 2513591 warga-kampung-renteng-bakal-direlokasi-pasca-erupsi-semeru-X2TfeYbnu4.jpg Tim Basarnas saat evakuasi korban gunung semeru erupsi (foto: dok Basarnas)

LUMAJANG - Warga di sejumlah desa yang terdampak erupsi Gunung Semeru bakal direlokasi ke tempat yang aman. Keputusan ini diambil setelah koordinasi pemerintah pusat dengan daerah saat kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Lumajang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan, masyarakat yang rumahnya tertimbun material longsoran bakal direlokasi ke tempat yang aman.

"Pak Presiden merencanakan untuk akan melakukan relokasi dan relokasi ini pilihannya di lahan milik negara, apakah lahan Perhutani, atau aset Pemda yang utama adalah lahannya milik negara," ucap Thoriqul Haq, saat konferensi pers daring, Selasa (7/12/2021).

 Baca juga: Hari Keempat Erupsi Gunung Semeru, 4.250 Jiwa Masih Mengungsi

Pihaknya telah menyiapkan skenario pemindahan wilayah terdampak parah seperti di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

"Saya juga sudah mengusulkan untuk misalnya di Kampung Renteng, Sumberwuluh, saya mengusulkan ada lahan Perhutani yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi, kita menyebutnya tempat Jatian," ungkap Cak Thoriq, sapaan akrabnya.

Baca juga:  Tinjau Erupsi Semeru, Jokowi Cek Jembatan Gladak Perak yang Hancur

Nantinya selain Kampung Renteng, beberapa wilayah lain yang terdampak cukup parah erupsi Gunung Semeru bakal dicarikan tempat relokasi. Namun area relokasi dipastikan masih berada di satu desa yang sama, atau di desa tetangganya.

"Di beberapa kampung yang lain yang akan terus kita carikan tempat untuk lahan relokasi, yang tadi disampaikan tidak hanya sekedar soal relokasinya. Tapi pembangunan rumahnya dan kawasan baru permukiman. Prioritasnya di satu desa, kalau tidak ada satu desa, akan diusahakan di desa sebelahnya," pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Akibatnya hingga Selasa malam 7 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 34 warga meninggal dunia, sebanyak 22 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini