Mengenal Prabu Jayabaya dengan Kesaktian Meramalnya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 08 Desember 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513523 mengenal-prabu-jayabaya-dengan-kesaktian-meramalnya-sJ47VPxKV6.jpg Prabu Jayabaya (Foto: Ist)

RAJA Sri Jayabaya merupakan Raja Kediri yang memerintah di tahun 1135 hingga 1159. Berdasarkan data dari modul pembelajaran sejarah yang dikeluarkan Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbud, disebutkan bahwa Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya di masa pemerintahan Raja Sri Jayabaya.

Ada beberapa kitab penting yang dikeluarkan selama kepemimpinan Jayabaya, seperti Kitab Bharatayuda karya Mpu Sedah dan Mpu Penuluh, serta Kitab Arjuna Wiwaha yang ditulis oleh Mpu Kanwa. Sementara itu, prasasti yang ditinggalkan dari zaman pemerintahannya adalah Prasasti Talan, Prasati Hantang, dan Prasasti Jepun.

Baca Juga: 2 Ramalan Jayabaya yang Sudah Terjadi di Indonesia

Jayabaya terkenal pula dengan kemampuan meramalnya yang sangat lihai. Ramalan-ramalan itu ia tuangkan dalam sebuah tulisan yang dikenal sebagai ‘Ramalan Jayabaya’. Memiliki kesaktian dalam meramal, Jayabaya mengingatkan manusia akan hal-hal baik maupun buruk yang akan dihadapi. Di antara ramalannya itu, ada pula yang menyangkut pada kesatuan dan persatuan Nusantara.

Menurut buku “Menguak Rahasia Ramalan Jayabaya”, beberapa ramalan Jayabaya yang terbukti benar adalah keberadaan kereta api, pesawat terbang, proses pendangkalan sungai, serta pajak bumi dan bangunan.

Adapun ramalannya tersebut berbunyi, “Besok kalau sudah ada kereta berjalan tak berkuda, tanah Jawa berkalung besi, perahu berjalan di atas angkasa, sungai kehilangan lubuknya, pasar hilang kumandangnya, itulah tanda bahwa zaman Jayabaya semakin dekat. Bumi makin ciut, sejengkal tanah diberi pajak, kuda makan sambal, perempuan berpakaian laki-laki, itulah pertanda, bahwa orang sampai di zaman yang terbolak-balik.”

Baca Juga: Bikin Waspada! 20 Misteri Ramalan Prabu Jayabaya Yang Akan Terjadi di Tahun 2022

Ramalan Jayabaya lainnya yang juga sangat berkaitan dengan fenomena atau fakta sehari-hari adalah:

• Banyak janji tidak ditepati, banyak orang yang berani melanggar sumpah sendiri.

• Banyak manusia yang hanya mengutamakan uang, melupakan perikemanusiaan, melupakan perikebaikan. Lupa sanak, lupa saudara.

• Hukuman yang dijatuhkan Raja atau pemimpin tidak adil, orang berpangkat banyak yang jahat dan jahil, banyak pula perbuatan ganjil yang dilakukan manusia, sehingga orang yang baik-baik malah jadi terpencil.

Menurut kepercayaan Hindu, Jayabaya merupakan penganjur ajaran Suci Veda yang paling besar di Indonesia. Jayabaya meninggal dengan cara moksa. Disebutkan dalam buku tersebut, suka Jayabaya berjalan melewati jutaan bintang-bintang menuju tempat Sang Pencipta berada. Tubuh atau raganya pun lenyap, tak bersisa.

Lokasi muksonya Jayabaya yang berada di Pagu, Kabupaten Kediri kini dikenal sebagai Petilasan Sri Aji Jayabaya. Informasi yang disampaikan oleh Pemkab Kediri melalui situs resminya, lokasi ini terletak sekitar 10 kilometer dari Kota Kediri. Ada beberapa situs yang teradapat dalam wilayah yang dijadikan lokasi wisata ini, seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan Arca Totok Kerot.

Diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini