Daftar 17 Gunung Api di Indonesia, dari Level Normal hingga Siaga

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 08 Desember 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513521 daftar-17-gunung-api-di-indonesia-dari-level-normal-hingga-siaga-IpUnzylCb6.jpeg Gunung Merapi (Foto: BPPTKG)

PASCA erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021, status gunung-gunung di Indonesia menjadi sorotan. Hal itu tak lepas dari kondisi Tanah Air yang berada di wilayah ‘ring of fire’ atau cincin api. 

Berikut adalah daftar dan status beberapa gunung berapi di Indonesia:

Level III (Siaga): 

1. Gunung Sinabung

Sinabung adalah gunung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Karo, Gunung Sinabung mempunyai ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga: Update Korban Erupsi Semeru: 34 Orang Meninggal Dunia dan 22 Hilang

Dari puncak Sinabung dapat terlihat kawah yang mengeluarkan magma. Pemandangan sangat indah juga terhampar jika para pendaki melihat dari puncak gunung tersebut.

2. Gunung Merapi 

Terletak di wilayah administrasi Kabupaten Sleman, DIY, Gunung Merapi berdiri kokoh dengan ketinggian 2.968 mdpl. Berbagai sumber menyebut, Merapi memiliki potensi kebencanaan yang cukup tinggi.

Erupsi terbesarnya pernah terjadi di tahun 2010, yang menewaskan lebih dari 200 orang. Termasuk di antara korban tewas adalah sang juru kunci gunung, Mbah Maridjan.

3. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung dengan ketinggian 1.423 mdpl ini memiliki kawah besar berbentuk bulan sabit yang dikenal dengan nama ‘Metong Lamatoro’.

Baca Juga: 6 Fakta Jokowi Kunjungi Lokasi Erupsi Semeru, Nomor Terakhir Menyentuh Hati

Level II (Waspada): 

1. Gunung Semeru

Baru saja mengalami erupsi pada 4 Desember 2021 kemarin, gunung yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tersebut berstatus waspada. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dan memiliki ketinggian 3.676 mdpl. 

2. Gunung Banda Api 

Gunung berapi dengan nama Banda Api ini berada di Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Gunung Banda Api memiliki ketinggian 640 mdpl.

Menurut data yang ada di laman Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Banda Api mengalami 24 erupsi dalam 4 abad terakhir. Akan tetapi, hanya 4 erupsi yang menimbulkan korban jiwa, yakni di tahun 1598, 1615, 1690, dan 1988.

3. Gunung Ibu 

Gunung lain yang juga berstatus waspada adalah Gunung Ibu di Halmahera, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 1.325 mdpl. Selain itu, gunung ini mempunyai pusat kawah yang tergolong lebar hingga 1 km dengan kedalaman 400 meter.

4. Gunung Lokon 

Berlokasi di sekitar wilayah Tomohon, Sulawesi Utara, Gunung Lokon mempunyai ketinggian 1.580 mdpl. Beberapa lokasi wisata yang ditawarkan di wilayah Gunung Lokon di antaranya adalah area perkemahan di lereng bagian timur dan Lembah Pasahapen.

5. Gunung Gamalama 

Gunung Gamalama terletak di Kepulauan Maluku dengan ketinggian 1.715 mdpl. Gamalama pertama kali meletus pada tahun 1573. Hingga saat ini, Gamalama tercatat sudah sekitar 60 kali mengalami erupsi.

6. Gunung Rinjani 

Menjadi salah satu destinasi pendakian, Gunung Rinjani berada di Lombok, NTB (Nusa Tenggara Barat). Rinjani memiliki ketinggian 3.726 mdpl dengan pemandangan yang sangat indah. Tak heran, banyak sekali masyarakat terutama para pendaki yang sengaja menyambangi gunung ini untuk melakukan pendakian.

7. Gunung Bromo 

Gunung Bromo membentang di sepanjang 4 kabupaten di wilayah Jawa Timur, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Dengan ketinggian 2.329 mdpl, Bromo juga menjadi tujuan wisata bagi para pelancong. Bagi suku Tengger, Bromo merupakan gunung suci dan menjadi lokasi dilakukannya upacara Kasada.

8. Gunung Kerinci 

Gunung tertinggi di Sumatera, Kerinci, berlokasi di perbatasan antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi, dan masuk ke dalam area Bukit Barisan. Adapun ketinggian gunung ini mencapai 3.800 mdpl. Kerinci memiliki tipe stratovulcano yang masih aktif dan terakhir erupsi di tahun 2009. 

Level I (Normal):

1. Gunung Ijen 

Gunung Ijen yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, resmi dijadikan sebagai cagar biosfir oleh Unesco. Dengan begitu, kawah Ijen semakin mendunia dan bisa lebih banyak lagi mendatangkan wisatawan mancanegara. Tinggi Gunung Ijen adalah 2.769 mdpl.

2. Gunung Tangkoko

Gunung api ini berada di kota Bitung dengan ketinggian 1.149 mdpl. Melansir Sindonews, Gunung Tangkoko memiliki bentuk elips dengan ukuran kawan 2 x 1 km dan kedalamannya mencapai 200 meter. Tangkoko sudah mengalami erupsi sejak 1680.

3. Gunung Iliboleng

Berada di Larantuka, Flores Timur, NTT, Gunung Iliboleng mempunyai ketinggian sekitar 1.659 mdpl. Gunung ini memiliki 6 kawah dan mengalami erupsi terakhir di tahun 1885. Adapun jenis Gunung Iliboleng merupakan stratovulcano.

4. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan dengan ketinggian 2.665 mdpl terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Atau, berjarak kurang lebih 70 km dari pusat kota Bandung. Mengutip data yang dihimpun dari laman resmi Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan, gunung ini pertama kali mengalami erupsi di tahun 1772.

5. Gunung Tangkuban Perahu

Memiliki ketinggian 2.084 mdpl, Gunung Tangkuban Perahu juga menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi masyarakat. Tangkuban Perahu berlokasi di Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Gunung ini kental akan legenda Sangkuriang, yang jatuh cinta kepada ibunya sendiri. 

Konon, sang ibu, Dayang Sumbi meminta Sangkuriang untuk membuat sebuah perahu hanya dalam waktu semalam. Namun, usahanya itu gagal. Sangkuriang lantas menendang perahu tersebut sehingga jatuh dalam keadaan terbalik. Perahu itu kemudian berubah menjadi gunung, yang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.

6. Gunung Slamet

Satu lagi gunung yang juga berada dalam kondisi normal adalah Gunung Slamet yang berada di antara 5 kabupaten di Jawa Tengah. Deretan kabupaten itu adalah Banyumas, Brebes, Purbalingga, Cilacap, dan Pemalang.

Mitos yang beredar di masyarakat menyebut, jika Gunung Slamet mengalami erupsi besar maka akan membelah Pulau Jawa. Hal itu berkaitan dengan ramalan Jayabaya, seorang Raja Kediri yang mengungkapkan bahwa Pulau Jawa kelak akan terbelah.

Ajeng Wirachmmi/Litbang MPI/diolah dari berbagai sumber

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini