Kisah Andika Listyono Putra, Mahasiswa UGM yang Tewas Disapu Badai Semeru

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 07 Desember 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 337 2513426 kisah-andika-listyono-putra-mahasiswa-ugm-yang-tewas-disapu-badai-semeru-HXRSX99lfC.jpg Foto dan plakat Andika Listyo Putra/IG

JAKARTA – Meletusnya Gunung Semeru menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban bencana gunung berapi ini. Sebanyak 34 orang menjadi korban keganasan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

(Baca juga: Mengenang Soe Hok Gie dan Idhan Lubis yang Meninggal Dalam Dekapan Semeru)

Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan. Aktivitas ganas Gunung Semeru telah tercatat seringkali memakan korban, tidak terkecuali para mahasiswa.

Tercatat, aktivis mahasiswa sekaligus pendiri organisasi pecinta alam Universitas Indonesia, Soe Hok Gie dan Idan Lubis menjadi korban mahasiswa pertama yang hilang dan meninggal di Gunung Semeru akibat menghirup gas beracun pada tahun 1969.

(Baca juga: Kisah Haru Rumini, Meninggal Berpelukan Bersama Ibunya Digulung Wedhus Gembel Semeru)

Pada tahun 2009, Gunung Semeru kembali membuat geger dengan aktivitasnya yang memakan korban, salah satunya Andika Listyono Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM yang kala itu berusia 20 tahun.

Andika ditemukan di dasar jurang blank 75 Gunung Semeru, setelah hilang tersapu badai berpasir di puncak Semeru dan menjadi korban ke 28 dari ganasnya alam Semeru tahun 2009.

Saat itu, Tim SAR berangkat dari Posko Kalimati menuju Posko Ranupane sekitar pukul 03.00 WIB. Untuk mengevakuasi korban, tim SAR melakukan estafet dan menyediakan 8 porter untuk membawa korban. Tiap pos, disediakan 2 porter yang terdiri dari 2 orang per porternya.

Untuk mengenang sosoknya, sebuah plakat bertuliskan “Dalam kenangan saudara Kami, Andika Listyono Putra, jejakmu tertinggal di sini, senyummu kubawa pergi” pun ditancapkan di sana.

Pada tahun 2001, Gunung Semeru juga memakan korban jiwa pendaki gunung. Adalah Daris atau Daing, hilang saat perjalanan turun dari puncak, di blank 75 dan belum ditemukan hingga kini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini